Sabtu, 29 Desember 2018

Bupati alsintan dikaitkan dengan politik

Bupati Ogah Alsintan Dikaitkan Dengan Politik

Natapatinews- Pati Bupati Pati Haryanto, hari ini, menyerahkan puluhan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) kepada sejumlah  kelompok tani di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Pati.

Bupati berpesan kepada para penerima bantuan agar Alsintan dapat digunakan secara optimal.

"Niat kami semata-mata adalah untuk membantu petani dan tidak ada tujuan politik sedikit pun, karena kami ingin petani penghasilannya meningkat dan tidak kesulitan pada saat musim panen", tegas bupati.

Bupati juga menambahkan bahwa keberadaan Alsintan ini bertujuan untuk mempercepat proses panen dan tanam serta meningkatkan harga hasil panen.

Beliau menghimbau agar bantuan tersebut jangan hanya disimpan saja, namun sebisa mungkin dapat digunakan dan dimanfaatkan dengan sebaik - baiknya.

"Alat - alat tersebut, jangan malah disimpan dan dibungkus saja karena Alsintan ini diberikan agar dapat membantu pekerjaan, serta mempunyai kemanfaatan di dalam proses pengelolaan pertanian", imbuhnya.

Terkait bantuan Rumah Burung Hantu (Rubuha),  Bupati berharap agar para petani dapan mengumpulkan secara swadaya untuk pengadaan Rubuha di luar bantuan yang diberikan Pemkab Pati. Karena rumah burung hantu yang berfungsi untuk menghalau hama tikus ini, pembiayaannya relatif lebih murah.

"Sebab, ketika rumah sudah disediakan, otomatis akan ditempati burung hantu atau nanti kita kasih bantuan bibit burung hantu. Cara ini kan lebih efisien untuk membasmi hama tikus", jelasnya.

Sementara itu, saat ditanya soal bantuan kambing, Bupati menegaskan bahwa pihaknya mengaku selektif dalam memberikan bantuan.

"Sebelumnya kami sudah lakukan pengecekan terhadap kelompok peternak yang sudah beternak kambing dan memang mereka benar-benar mengelola ternak. Jadi diharapkan bisa ke depan kambingnya bisa lebih berkembang banyak", jelas Bupati.

Haryanto juga mengingatkan bahwa apabila ada penyimpangan terkait Alsintan yang telah diserahkan, pihaknya mengaku akan mendapat menindak tegas. "Bahkan akan masuk  ke ranah hukum ketika alat tersebut sampai dijual", imbuhnya.

Kepala Dispertanak Kabupaten Pati menambahkan, pada kegiatan pemberian bantuan kali ini  Pemkab Pati menyalurkan bantuan kepada kelompok tani di beberapa wilayah berupa Alsintan, hewan ternak, bibit tanaman, infrastruktur dan rumah burung hantu.

"Untuk riciannya yaitu hand tractor 3 unit, Corn Sheller/ Mesin Pemipil Jagung 10 unit, mesin pencacah rumput /chopper 3 unit,  rumah burung hantu 15 unit, ternak kambing 48 ekor untuk 6 kelompok, bibit tanaman 5 kelompok, irigasi air tanah dangkal 7 unit, long storage 11 unit, dam parit 8 unit dan jalan produksi 1 unit",  jelasnya. (fn2 /FN /MK)fz
Bupati Ogah Alsintan Dikaitkan Dengan Politik

natapatinews-Pati. bupati Pati Haryanto, hari ini, menyerahkan puluhan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) kepada sejumlah  kelompok tani di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) Pati.                                                                                                                                                                                                                       

Bupati berpesan kepada para penerima bantuan agar Alsintan dapat digunakan secara optimal.

"Niat kami semata-mata adalah untuk membantu petani dan tidak ada tujuan politik sedikit pun, karena kami ingin petani penghasilannya meningkat dan tidak kesulitan pada saat musim panen", tegas bupati.

Bupati juga menambahkan bahwa keberadaan Alsintan ini bertujuan untuk mempercepat proses panen dan tanam serta meningkatkan harga hasil panen.

Beliau menghimbau agar bantuan tersebut jangan hanya disimpan saja, namun sebisa mungkin dapat digunakan dan dimanfaatkan dengan sebaik - baiknya.

"Alat - alat tersebut, jangan malah disimpan dan dibungkus saja karena Alsintan ini diberikan agar dapat membantu pekerjaan, serta mempunyai kemanfaatan di dalam proses pengelolaan pertanian", imbuhnya.

Terkait bantuan Rumah Burung Hantu (Rubuha),  Bupati berharap agar para petani dapan mengumpulkan secara swadaya untuk pengadaan Rubuha di luar bantuan yang diberikan Pemkab Pati. Karena rumah burung hantu yang berfungsi untuk menghalau hama tikus ini, pembiayaannya relatif lebih murah.

"Sebab, ketika rumah sudah disediakan, otomatis akan ditempati burung hantu atau nanti kita kasih bantuan bibit burung hantu. Cara ini kan lebih efisien untuk membasmi hama tikus", jelasnya.

Sementara itu, saat ditanya soal bantuan kambing, Bupati menegaskan bahwa pihaknya mengaku selektif dalam memberikan bantuan.

"Sebelumnya kami sudah lakukan pengecekan terhadap kelompok peternak yang sudah beternak kambing dan memang mereka benar-benar mengelola ternak. Jadi diharapkan bisa ke depan kambingnya bisa lebih berkembang banyak", jelas Bupati.

Haryanto juga mengingatkan bahwa apabila ada penyimpangan terkait Alsintan yang telah diserahkan, pihaknya mengaku akan mendapat menindak tegas. "Bahkan akan masuk  ke ranah hukum ketika alat tersebut sampai dijual", imbuhnya.

Kepala Dispertanak Kabupaten Pati menambahkan, pada kegiatan pemberian bantuan kali ini  Pemkab Pati menyalurkan bantuan kepada kelompok tani di beberapa wilayah berupa Alsintan, hewan ternak, bibit tanaman, infrastruktur dan rumah burung hantu.

"Untuk riciannya yaitu hand tractor 3 unit, Corn Sheller/ Mesin Pemipil Jagung 10 unit, mesin pencacah rumput /chopper 3 unit,  rumah burung hantu 15 unit, ternak kambing 48 ekor untuk 6 kelompok, bibit tanaman 5 kelompok, irigasi air tanah dangkal 7 unit, long storage 11 unit, dam parit 8 unit dan jalan produksi 1 unit",  jelasnya. (fn2 /FN /MK )fz

Tepis isu kongkalikong dengan kades,bupati jelaskan faktanya di forum ini



NatapatinewsSosialisasi simulasi workshop penghitungan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Kabupaten Pati 2019 digelar pada Kamis (27/12) di Pendopo Kabupaten Pati. Bupati Pati Haryanto tegaskan agar para kepala desa maupun PJ kepala desa segera membuat Anggaran, Pendapatan, dan Belanja Desa (APBDes). Sebab, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati telah mendapat teguran dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) karena masih ada keterlambatan pelaporan DD dan ADD.
"Baik PJ maupun kades, nanti ada kewajiban untuk membuat APBDes. Meski PJ, harus tetap membuat karena pemerintahan desa merupakan institusi vital layaknya pemerintah tingkat lainnya. Sebab, ketika ada penundaan pastinya hal ini juga akan berpengaruh pada pelayanan masyarakat," ujarnya saat memberikan pengarahan dan sambutan pada acara tersebut.

Pada forum yang dihadiri oleh Bupati, Sekda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, tim fasilitasi kabupaten, camat dan kepala desa se Pati ini, juga bertujuan untuk menghindari kesalahpahaman kaitannya peningkatan DD dan ADD di beberapa desa. Dari 401 desa di Pati tidak semuanya mengalami peningkatan, meski untuk Kabupaten Pati pada 2019 mendapatkan kucuran dana dari pusat dengan total 417 miliar untuk DD dan ADD.
"Ada isu berkembang kongkalikong antara saya dan kepala desa kaitannya peningkatan DD dan ADD, itu tidak benar. Lantaran, porsi dana yang diterima desa ditetapkan oleh sistem yang ada di Kementerian Keuangan dan Kementerian Desa," tegasnya.

Bupati Haryanto juga menghimbau agar saat melaksanakan kegiatan pembangunan atau kegiatan lainnya dari dana tersebut diharapkan sesuai dengan regulasi yang ada serta cocok dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). "Sehingga, ketika ada pemeriksaan tidak terjadi permasalahan," imbuhnya.

Bupati juga menambahkan, meski ada peningkatan dana yang diterima desa, kondisi ini belum tentu akan berpengaruh pada peningkatan Penghasilan Tetap (Siltap) yang diterima perangkat desa dan kepala desa.
"Sebab Pemerintah Desa (Pemdes) saat ini belum bisa memenuhi Peraturan Bupati (Perbup) karena jumlah perangkatnya banyak. Karena, rata-rata desa yang perangkatnya sedikit nenambah perangkat baru," ungkapnya.

Sementara itu Mochtar Kepala Dispermades juga mengatakan, di penghujung 2018 diharapkan Pemdes bisa menuntaskan DD dan ADD tahun ini baik secara administratif maupun teknis kepada Pemkab Pati. Kegiatan ini juga bertujuan, memberikan pemahaman bagi pemangku kebijakan pengelola dana desa di tingkat kabupaten, kecamatan maupun desa.
"Sehingga dapat mengelola dana desa lebih baik dan meningkatkan prinsip akuntabilitas dana desa. Kami juga selalu transparan dalam melakukan penghitungan dan pengalokasian DD dan ADD," paparnya.

Hasil dari kegiatan ini diharapkan berdampak dimana seluruh desa dapat menetapkan APBDes tepat waktu. "Karena kemarin ada temuan dari BPK masih ada keterlambatan pelaporan DD dan ADD di Pati," pungkasnya. (po1/PO/MK Fz)

Minggu, 23 Desember 2018

Hanya Petugas Keamanan, Ormas Tak Boleh Ikut Sweeping Miras

Pati-Natapatinews.Jelang momen Natal dan Tahun Baru, Bupati Pati Haryanto menghadiri undangan Polres Pati dalam rangka  pemusnahan ribuan botol miras bersama personil gabungan TNI, Satpol PP, Fokompimda dan stakeholder terkait di Alun-alun Pati, Jumat (21/12).

Bupati Pati Haryanto selaku inspektur upacara saat menyampaikam sambutan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jederal Polisi Muhammad Tito Karnavian mengatakan bahwa dalam menghadapi momen tahunan ini,  Polri bersama jajaran TNI dan stakeholder terkait lainnya, menggelar operasi kepolisian terpusat dengan sandi "Lilin 2018", yang melibatkan 167.783 personel pengamanan.

Operasi terpusat ini dilaksanakan selama 10 hari sejak 23 Desember 2018 sampai 1 Januari 2019. "Kecuali pada polda prioritas I, yakni Sumut, Lampung, Banten, Metro Jaya, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Bali, Sulut, Maluku, NTT, dan Papua. Dimana, kegiatan operasi akan digelar 12 hari terhitung sejak 21 Desember 2018", jelasnya.

Lebih lanjut Haryanto menuturkan bahwa persiapan natal dan tahun baru  sudah dirapatkan mulai dari kebutuhan bahan pangan pokok, listrik, gas, air dan lain-lain. "Untuk keamanan juga sudah", imbuhnya.

Bupati pun mengapresiasi langkah Polri dalam hal pemusnahan ribuan botol miras. "Pemusnahan miras sudah bagus, kita mendukung langkah Kapolres. Tetapi perlu diingat bahwa yang berhak melaksanakan swipping hanya petugas keamanan dan kepolisian bukan dari Ormas, kalau ada kejadian lapor saja kepada petugas keamanan", pinta Bupati.

Sementara itu, Kapolres Pati Jon Wesly mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengamankan momen tahunan tersebut agar berjalan lancar dan tanpa ada gangguan.

"Pemusnahan miras ini adalah kegiatan kepolisian yang ditingkatkan sebelum pelaksanaan operasi lilin. Jadi kegiatan ini bertujuan untuk mencegah agar tidak ada peredaran miras pada momen natal dan tahun baru yang bisa mengakibatkan terganggunya keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas)," ungkapnya. (HMS/ Fz)

Selasa, 18 Desember 2018

Pakud jembara Harus Hilangkan Ego Daerah

Natapatinews. Pati -  Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin) berharap agar semua daerah yang tergabung dalam wilayah Pakudjembara atau Pati Kudus Demak Jepara Rembang Blora untuk tidak terlalu mengedepankan ego daerah dalam pembangunan. "Karena ketika terjadi bencana akibat pembangunan infrastruktur yang kurang maksimal, akan sangat merugikan berbagai lini terlebih dalam hal perekonomian dan bisnis", ujar Safin,  Senin (17/12), di acara koordinasi serah terima sekretariat bersama Badan Kerja Antar Daerah (BKAD) Pakudjembara, di ruang Pringgitan, Pendopo Kabupaten Pati.
Pakudjembara harus hilangkan Ego daerah.

Pada acara serah terima BKAD Pakudjembara dari Kabupaten Pati kepada Kabupaten Kudus ini, Safin menyampaikan contoh kejadian yang saat ini sedang viral yakni banjir rob dan sejumlah bencana sejenis. "Kondisi ini merugikan bukan hanya satu wilayah saja tetapi hampir semua wilayah di pantura timur akan terdampak oleh adanya kemacetan jalan. "Gara-gara ini banyak energi yang terbuang karena banjir. Kondisi seperti itu tentunya merugikan wilayah pantura timur terlebih dalam ekonomi", ungkapnya.

Ia juga berharap adanya sinergitas antar kabupaten Pantura timur untuk bersama membangun dengan kekuatan masing-masing.  "Contohnya Kudus di mana industrinya sudah maju. Mungkin kalau ada perusahaan yang mau masuk bisa dialihkan ke wilayah lain. Sedangkan untuk Jepara yang punya potensi wisata  kemudian  Pati dengan sektor industri UMKM-nya yang cukup besar dari sektor pertanian dan peternakan, harapnya juga bisa dikembangkan di wilayah Pakudjembara yang lain", tutur Safin.

Harapan Wabup pun diamini Sekda.  Sekda Pati Suharyono pun ingin agar ego masing-masing wilayah ditiadakan. "Jadi BKAD Pakudjembara bisa melakukan kerjasama antar daerah dibidang pengelolaan, kemasyarakatan dan lainnya. Sebagai contoh kerjasama ini adalah pembangunan jalan dari Kabupaten Pati mulai dari Kecamatan Jaken, Desa Ronggo hingga Kabupaten Blora. Ternyata dengan kerjasama ini memiliki manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat", ungkap pejabat yang pernah menjadi Kepala DPU ini.

Pergantian sekretariat bersama BKAD Pakudjembara, menurut Sekda dimulai pada tahun 2015  dan akan dilaksanakan tiap tiga tahun sekali.

"Kebetulan untuk periode 2015 -2018 berkedudukan di Kabupaten Pati. Tetapi hal ini akan terus bergantian untuk tahun ini adalah Kabupaten Kudus mulai dari 2018 - 2021 dan seterusnya akan diterima juga oleh Kabupaten Demak, Jepara, Rembang dan terakhir Blora secara bergantian", jelas Sekda. (Fauzi )

Kamis, 13 Desember 2018

Jejak Si'ar Agama Islam, Kyai Ma'ruf di Lereng Gunung Muria

Natapatinews. Kudus - Perjalanan seorang sufi besar yang melakukan siar agama Islam di dukuh Ceglik desa Japan kecamatan Dawe kabupaten Kudus awal dekade tahun 60 hingga awal tahun 80 menjadi kebangkitan umat Islam di lereng gunung Muria sebelah timur, Kamis tgl (13/12/18).

Kyai Junaidi menantu dan santri santri Beliau.

Adalah Kyai Ma'ruf seorang ulama besar pada saat itu dengan karomah yang dimilikinya mampu memberikan kontribusi pada penyebaran agama Islam saat itu.

Hingga berduyun-duyun murid murid dari seluruh penjuru tanah air berdatangan untuk menuntut ilmu agama, hingga dari Kalimantan, Sumatera, Jawa Timur baik di Banyuwangi, Jember, surabaya, Jombang, Blitar maupun Madura dan masyarakat setempat yang mengabdi kepada beliau selama ini.

Beliau mengajarkan berbagai tarekat, yang paling disempurnakan adalah kholidiah qodiriah tentang hakikat kehidupan atau mati sak sejoroning urip, atau matikan dirimu sebelum mati.

Dimana kehidupan ini yang nyata adalah mematikan segala hawa nafsu duniawi yang ada di sifat manusia, agar lebih tawadhu dalam manembah kepada Allah SWT.

Ajaran yang Beliau sampaikan ini kepada murid muridnya untuk lebih ikhlas dalam beribadah dan menjalani bahtera kehidupan ini.

Beliau meninggal pada bulan Jumadil Akhir tepat pada haul ke 17 thn tepatnya pada hari Kamis Paing tanggal 13 Desember 2003.

Beliau mempunyai putra putri lima orang yang sekarang ajaran beliau diteruskan putranya Kyai Sodiq bin Ma'ruf sebagai Mursyid dengan ribuan murid murid yang hadir dalam haul kali ini.

Jejak besar dalam dakwah Beliau juga diteruskan oleh murid muridnya yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia, Kyai Ma'ruf sebagai ulama sangat berjasa dalam si'ar agama Islam di tanah air khususnya di daerah lereng gunung Muria," ujar kyai Junaidi salah satu menantu Beliau. ($.roy)

Rabu, 12 Desember 2018

Revita Ayu Diva Dangdut Dari Gunung Wungkal Pati

Natapatinews. Pati - Satu lagi talenta muda musisi penyanyi dangdut kota Pati, Revita Ayu Contesa dara cantik nan manis yang selalu memberikan suguhan totalitas dalam setiap performanya, mulai menekuni dunia tarik suara sejak kelas 3 sekolah dasar menyanyi dari panggung ke panggung dari umur 10 tahun alumni lulusan dari SMP Negeri 02 Gunung Wungkal dan sekarang melanjutkan ke sekolah di SMK Kesuma Margoyoso Kelas X jurusan teknik komputer dan jaringan, Rabu tgl (12/12/18).

Revita Ayu artis cantik dari kota pantura Pati.


Dan waktu sekolah dasar pernah mengikuti lomba macapat dan lomba menyanyi mendapatkan juara 2 tingkat kabupaten Pati tahun 2014.

Sewaktu SMP juga pernah ikut lomba menyanyi solo tapi karena banyaknya kompetisi antar penyanyi solo dan kurangnya bimbingan maka hanya mendapatkan juara harapan 1 tingkat kabupaten Pati tahun 2015," terang dara cantik Revita anak nomer dua dari pasangan suami istri almarhum bapak Joko Cahyono dan ibu Siti Khodijah, juga bersama sang kakak Monica Ayu Puspita yang sering perform bersama orkes dangdut Kubota dan orkes orkes lain yang mengajak manggung.

Masih dalam kesendiriannya gadis cantik penyuka warna ungu ini  masih ingin berkarir di dunia tarik suara tentunya dengan menampilkan karya karya terbaik kalau bisa masuk dapur rekaman, saat di tanya kriteria cowok idaman hanya tersipu malu yang penting yang sholeh, bisa menjaga dirinya juga bisa mengerti dirinya, sopan, sama sayang terhadap keluarganya, masih dengan tutur kata yang lembut menandakan kedewasaannya. 

Dan untuk harapannya di dunia tarik suara semoga lebih maju dan berkembang lagi menjadi diri sendiri dan ingin tetap eksis di blantika musik Indonesia," ujar dara cantik kelahiran Pati 25 April 2003 yang mengidolakan Mak'e Soimah artis ibukota asli wong Pati utara.

Revita mempunyai kegemaran atau hobby menyanyi, menari juga membacakan novel romantis selain itu juga gemar traveling khususnya di wisata alam, untuk kuliner sendiri penyuka bakso juga masakan yang pedas.

Dara manis ini cukup punya penggemar atau fans dengan nama RCL (Revita Contesa Lovers) yang sudah tersebar di beberapa kota yaitu Pati, kudus, demak, rembang, semarang dan kota-kota lainnya yang sekarang bertempat tinggal di desa Gunung Wungkal dukuh Mbelik Wetan RT 06 RW 01 Kecamatan Gunung Wungkal Kabupaten Pati.

Hanya do'a dan harapan yang besar yang selalu terukir dalam rangkaian kata do'a disetiap sepertiga malam, namun manusia hanya bisa berikhtiar dan berusaha untuk yang terbaik, tidak lepas dari do'a seorang ibu tercinta yang penuh kesabaran dan kasih sayang dalam membesarkan putri putrinya untuk dapat lebih sukses kedepannya, tidak bisa dipungkiri karena sorga ada di telapak kaki seorang ibu, keikhlasanmu sungguh nyata, semoga engkau diberikan umur panjang ibu (amin)," ujar Revita. (EKO)

Related Post