Kamis, 03 Oktober 2019

PT Deltagro Dan NIRWANA TOUR Membangun Negeri

Natapatinews. Pati - Perusahaan PT Deltagro yang memproduksi obat-obatan tanaman untuk pertanian sering mengajak agen-agennya untuk berwisata sebagai wujud antara perusahaan dan agen adanya kerjasama yang baik dalam memasarkan produk-produk PT Deltagro.

PT. DELTAGRO kompak bersama para agen dan mitra.

Dan sebagai bonusnya maka seluruh agen-agen PT Deltagro di ajak berwisata dan kali ini sudah yang ketiga kalinya PT Deltagro mengajak semua agennya dari beberapa kota seperti pati, rembang, blora, randublatung, cepu, purwodadi, demak, kudus dan jepara untuk berwisata bersama biro perjalanan Wisata Nirwana Tours.

Dan wisata kali ini dengan tujuan pantai cahaya, kebun binatang mangkang dan masjid agung Semarang Jawa Tengah rombongan terdiri dari tujuh belas bis dengan jumlah peserta 850 orang yang di tangani oleh Biro Perjalanan Wisata Nirwana Tours dari Winong Pati.

Setelah acara doa bersama maka tujuh belas bis berangkat menuju tujuan yang pertama yaitu pantai cahaya kendal perjalanan lumayan lancar meskipun di daerah kaligawe sempat terjebak macet karena memang pada saat itu pas hari kerja dan waktunya berangkat bagi anak-anak sekolah dan para pekerja.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam dengan pengawalan dari satlantas polres pati dan satlantas polres kendal akhirnya bus mulai memasuki kawasan wisata pantai cahaya di kendal.

Setelah sampai di lokasi wisata pantai cahaya kendal para peserta wisata saatnya di giring ke panggung hiburan untuk menonton hiburan musik dangdut untuk menghibur para peserta wisata yang capek dalam menempuh perjalanan jauh.

Sebelum acara hiburan di mulai ada acara sambutan dari PT Deltagro untuk para peserta wisata intinya para peserta wisata harus tetap semangat dalam memasarkan produk-produk dari PT Deltagro.

Setelah sambutan sambil di iringi live musik ada permainan game-game ringan, pelepasan balon dan pembagian doorprise bagi para peserta wisata suasana makin seru dan ramai karena banyak peserta wisata yang ikut bernyanyi dan di sela-sela acara hiburan tersebut dari pihak PT Deltagro memberikan sambutan promosi dan pengetahuan tentang produk PT Deltagro kepada para peserta wisata.

Setelah itu acara di lanjutkan lagi dengan merayakan perayaan ulang tahun kepada para peserta wisata family gahtering dengan pemberian hadiah kepada peserta yang baru berulang tahun.

Setelah puas di hibur dengan pertunjukan live musik sekarang tiba saatnya para peserta wisata menikmati semua wahana di pantai cahaya.

Lokasi pertama yang dituju adalah mereka ingin segera nyebur ke kolam renang sebagian bahkan sudah benar-benar tidak sabar mereka nyemplung ke laut dan bermain pasir di bibir pantai tak peduli pakaian menjadi basah dan belepotan pasir namanya juga anak-anak saya saja senang bermain pasir di pantai untuk merintang waktu di lakukan foto-foto bersama.

Di arena kolam renang ada fasilitas kolam anak-anak, kolam dewasa dan kolam apung setelah menemani anak-anak sebentar di kolam anak kami menuju ke kolam apung ingin tahu rasanya bisa mengapung dengan sendirinya beberapa teman kesulitan untuk mengapungkan badan mereka takut tenggelam karena tidak bisa berenang padahal itu tidak menjadi masalah yang di butuhkan agar tubuh bisa mengapung adalah perasaan rilek, lepas maka kita akan mengapung dengan sendirinya ingat mengapungnya tidak boleh lama-lama cukup sepuluh menit lalu kita di anjurkan untuk bilas kalau tidak bilas bagi yang berkulit sensitive bisa menyebabkan gatal karena air dalam kolam apung ini luar biasa asin.

Puas di kolam apung selanjutnya para peserta wisata berkeliling di kebun binatang mini ada aneka jenis kalkun, ikan linsang, ular, kukang dan beruang tapi sepertinya beruang kelaparan dia hendak meminta makanan anak-anak yang ada di dekatnya.
Para peserta wisata juga menyaksikan pertunjukan pentas lumba-lumba pertunjukan pertama di mulai dengan linsang, lalu pertunjukan burung dara,singa laut, burung pelican dan yang terakhir pertunjukan lumba-lumba, carousel abirama,wahana trampolin dan kereta anak-anak.

Setelah puas menikmati semua wahana di pantai cahaya para peserta wisata melanjutkan perjalanan menuju ke rumah makan di area kendal terbagi menjadi dua rumah makan yaitu bis 1-9 makannya di rumah makan kurnia jatim kendal dan bus nomer 10-17 makannya di rumah makan salsabil kendal.

Setelah acara makan selesai para peserta wisata melanjutkan perjalanan ke kebun binatang mangkang.

Dan tiba di lokasi kebun binatang mangkang maka para peserta wisata jalan-jalan menikmati pemandangan satwa-satwa yang ada di kebun binatang mangkang lumayan lengkap juga koleksinya ada aneka jenis kera, harimau, singa, beruang, aneka jenis burung seperti merak, kasuari, jalak, aneka unggas dan juga gajah yang bisa di tunggangi, aneka permainan anak-anak juga ada seperti becak air, istana badut, kereta mini, mandi bola dan sebagainya.

Sedangkan untuk sarana outbond juga lumayan lengkap arena outbondnya terbilang murah disana kita main jungkat-jungkit, ayunan, meniti jembatan tali, berayun di monkey bar dan flying fox untuk flying fox sendiri ada dua macam khusus untuk anak-anak di area outbond dan khusus untuk dewasa yang menyeberangi danau wah, lumayan menegangkan juga.

Setelah puas di kebun binatang mangkang semua peserta melanjutkan perjalanan ke masjid agung semarang jawa tengah dan sambil menunggu magrib untuk sholat magrib berjamaah para peserta wisata meluangkan waktu untuk melihat-lihat keindahan megahnya masjid agung semarang jawa tengah sambil foto-foto di area sekitar masjid agung semarang jawa tengah.

Setelah habis dari masjid agung semarang jawa tengah para peserta wisata kembali ke bis masing-masing dan terpecah sesuai dengan kota dan tujuan masing-masing atau melanjutkan perjalanan ke pusat oleh-oleh bagi peserta yang menghendaki dan belum belanja oleh-oleh dan akhirnya tepat jam 00.00 WIB para peserta wisata sampai di rumah dan di kota masing-masing dengan selamat. 

Semangat Bersama Deltagro Kita Pasti Bisa....!!! (EKO)

Selasa, 06 Agustus 2019

Ibu Parti Janda Miskin Asal Ngemplak Kidul Dianiaya Oleh Mustajab Tetangganya Sendiri

Natapatinews. Pati - Sabtu pagi (03/08) menjadi hari yang naas bagi Parti janda dengan 3 (tiga) anak ini mengalami nasib tragis,muka dan kepalanya menjadi bulan-bulanan bogem mentah dari tetangganya sendiri.

Foto korban saat kejadian.

Peristiwa itu menimpanya ketika dirinya sedang menyiram jalan depan rumahnya, (M) yang merupakan tetangganya kebetulan lewat dan terkena percikan air dari siraman janda 51 tahun ini sontak tak terima dan melempar batu bata namun terkena tirai bambu penghalang sinar matahari depan pintu rumahnya.

Tak cukup dengan itu M juga memukuli wajah parti hingga bibirnya sobek mengeluarkan darah, hal itu ia sampaikan kepada crew natapatinews.com yang mendatanginya Senin siang (05/08) di rumahnya dukuh Babatan Desa Ngemplak Kidul Kecamatan Margoyoso.

"Nggeh lambe kulo niki dikepruki kaleh tangan nggeh sirahku Kulo nopo,kulo wong wedok dipejahono Kulo nggeh pejah mas," tutur ibu patmi kepada awak media natapatinews.

"Sirah kulo niki nggeh taseh sakit wong sakjane kulo ken mondok yen muntah nopo panas badane, tapi yen kulo mondok mangke yen di tuweni tanggi kulo kwartir ngrepotake mas" imbuhnya kepada rekan-rekan.

Lebih lanjut ibu yang mengaku buruh kasar di perusahaan penggilingan ketela ini menjelaskan bahwa peristiwa seperti ini bukan kali pertama menimpanya, sebelumnya  juga pernah menimpanya namun dirinya tetap diam saja.

Minfathul Afif 26 tahun yang merupakan putra sulungnya kepada kru menuturkan harapannya untuk mendapat keadilan dari pihak yang berwajib, karena ibunya sudah melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian usai kejadian.

Ibu Parti sesaat menuturkan kronologis kejadian.

Sementara itu sampai informasi ini diturunkan pihak kepolisian sektor Margoyoso melalui Kapolseknya yang dihubungi rekan-rekan media melalui sambungan telepon menyampaikan kejadian tersebut belum sampai kepadanya. (Fauzi)

Kamis, 30 Mei 2019

Kades Purworejo margoyoso Pati Beserta Prangkat desanaya Jalankan Safari Ramadhan Di Desanya

Natapatinews.Pati Saat melakukan Safari Ramadan di Masjid Darussalam Dukuh Sonean, Desa Purworejo, Kecamatan Margoyoso, Selasa malam (28/5), sebagaimana biasanya Bupati Pati Haryanto melaksanakan shalat tarawih sekaligus menyalurkan bantuan sarana-prasarana tempat ibadah.
Foto bupati Pati menyerahkan bantuan kepada masjid Darussalam melaluimelalu Purworejo Margoyoso Pati 

Kali ini, untuk Masjid Darussalam, bantuan yang diserahkan ialah senilai Rp 20 juta.
Tak hanya menyalurkan bantuan, Haryanto juga menyarankan kepala desa dan takmir masjid setempat untuk kembali mengajukan permohonan bantuan pada 2020 mendatang.

Saran tersebut diberikan lantaran Bupati Haryanto melihat pembangunan Masjid Darussalam belum tuntas.

"Tadi sebelum tarawih Pak Bupati melihat-lihat bangunan masjid ini. Beliau lihat bangunan utama masjid belum dipasangi plafon eternit. Karena itu Pak Bupati menyarankan untuk mengajukan proposal lagi untuk Tahun Anggaran 2020. Saya sudah sampaikan pada Pak Modin  untuk menyiapkan proposalnya," ujar Kades Purworejo Kecamatan Margoyoso, Ismunardi. SH.

Pada kesempatan tersebut, Haryanto juga menegaskan, meski terkadang merasa lelah karena hampir setiap malam harus mengunjungi berbagai penjuru Pati, ia bersama jajaran Pemkab Pati berkomitmen untuk melestarikan program Safari Ramadan.

"Kalau merasa capek, mungkin lebih enak salat di tempat masing-masing bersama keluarga. Tapi kami berniat melestarikan program ini. Sebab, kami punya niatan baik," jelasnya.
Haryanto menjelaskan, niatnya dalam melaksanakan Safari Ramadan ialah untuk beribadah bersama masyarakat sekaligus melihat kondisi masyarakat di seluruh penjuru Pati.

"Alhamdulillah di Pati ini, seluruh wilayah tergolong aman, damai, dan tenteram," ucapnya.
Haryanto juga mengimbau masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan pasca Pemilu.
"Tidak perlu ikut ajakan negatif. Jangan mau dibenturkan dan dipecah-belah," tegasnya.

Menanggapi hal itu, Kades Purworejo, Ismunardi juga menyampaikan bahwa ia pun memiliki program Safari Ramadan.
"Selama saya menjabat, setiap bulan puasa saya beserta perangkat desa juga melakukan tarawih keliling di masjid maupun mushola yang ada di lingkungan desa," ujarnya.
Menurut Ismunardi, Safari Ramadan bermanfaat untuk mendekatkan hubungan aparatur pemerintahan dengan masyarakat.

"Siapa pun pemimpinnya, kalau dekat dengan masyarakat dan sering silaturahim, pasti disenangi masyarakat selamanya. Karena itu, program Safari Ramadan yang dipelopori Bupati Haryanto merupakan kegiatan yang sangat baik," tuturnya.
Selain penyerahan bantuan sarana-prasarana tempat ibadah dari Pemkab Pati, Safari Ramadan kali ini juga diisi dengan penyerahan bantuan mushaf Al-Quran dari PCNU Pati. (fn1 /FN /MK)fz

Rabu, 10 April 2019

Subono Camat Batangan Melepas Pembrangkatan Kades Ke Bandungan Semarang

Natapatinews. Pati Rabo 10 April 2019 Tepat Pukul 13.25 Rombongan Kepaladesa Sekretaresdesa Dan BPD Se Kecamatan Batangan Kabupaten Pati Berangkat Menuju Hotel Griya Persada Bandungan Semarang. Dengan Menggunakan Armada Bus PO Haryanto Yang bernomor Polisi B 7094 VGA Dalam Rangka Mengikuti Pelatihan Yang Di Agendakan Oleh Dispermades Kabupaten Pati.
Foto armada transportasi kades se kecamatan batangan

Camat Batangan BPK Subono SH.MM Saat Di Konfirmasi Oleh Awak Media Beliau Mengatakan Bahwa Ada Salah Satu Kades Yang Izin  Dalam Kegiatan Pelatihan Tersebut  Yaitu Kades Suko Agung Dikarenakan Persiapan Acara Sedekah bumi Di Desanya. 

Dengan Adanya Kegiatan Tersebut Camat Batangan BPK Subono SH.MM Berharap Supaya Lancar Dalam Perjalanan Serta Dalam Proses Pelatihannya Dari Awal Sampe Ahir Sehingga Para Kepaladesa Sekretaresdesa Dan BPD Yang Ikut Dalam Kegiatan Pelatihan Tersebut Bisa Bertambah Kualitas Dan Kapasitasnya Sesuai Tupoksinya Masing Masing.(Fz)

Selasa, 09 April 2019

Polres Pati Peringati Isra'Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW.

Natapatinews. Pati - Polres Pati menggelar acara Tablig Akbar Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW, dalam rangka “ Mewujudkan Pemilu Tahun 2019 yang aman, damai, dan sejuk di wilayah Kabupaten Pati.


Pengajian dalam rangka Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Polres Pati tersebut menghadirkan pembicara Dosen UIN Ustadz Fachrur Rozi,M.Ag dari Semarang. Selasa (09/04/19).
Hadir pada acara tersebut antara lain, Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Ariyanto, S.I.K.,  Wakapolres Pati , Ketua Cabang Bhayangkari Pati beserta pengurus, Pejabat utama Polres Pati, Kapolsek jajaran Polres Pati, Ketua Ranting Bhayangkari Polsek jajaran, Para Kasi dan Perwira staf Polres Pati, Pengurus Cabang Bhayangkari Pati, anggota Polsek jajaran masing-masing 5 personel dan seluruh anggota Mapolres Pati, Forkompinda, pengadilan negeri dan agama, MUI Pati,  serta tamu undangan lainya. 

Dalam sambutannya, Kapolres Pati mengatakan, “mengungkapkan terima kasih kepada segenap pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan ini.” Peringatan isra’Mi’raj adalah  acara rutin yang digelar untuk memperingati hari isro’ mi’roj yang merupakan momen kita bersama untuk merefres akan ketaladan Nabi Muhammad SAW, mari kita sama sama mengambil hikmah dan keteladanan serta Kepemimpinan  beliau,katanya”.
“Dengan hikmah Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW kita tingkatkan ibadah dalam membentuk karakter kepribadian insan bhayangkara guna mewujudkan  Pemilu yang aman damai, dan sejuk yang kondusif tahun 2019”. 

Peringatan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW tahun 1440 Hijriah/2019 Masehi mengambil tema,”dengan tertanamnya nilai-nilai ibadah shalat kita tingkatkan prestasi dan inovasi dalam pengabdian terbaik menuju Polri yang Promoter siap mengamankan Pemilu 2019 guna keberlangsungan Pembangunan Nasional.

"Melalui tabligh akbar ini, mari kita  napak tilas perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Dengan tausiyah melalui Ustadz Fachrur Rozi nantinya bisa mendorong pelaksanaan pesta demokrasi di wilayah kabupaten Pati dan secara umum di Indonesia agar berlangsung aman-damai," ujar Kapolres Pati. 
Sehubungan jelang pemilu 2019 yang tinggal menghitung hari, kami dari jajaran kepolisian akan siap mengawal sehingga pemilu menjadi aman. Dan jangan sampai pemilu yang akan datang   terjadi perpecahan diantara kita.

“Tabligh Akbar dan kegiatan peringatan Isra Mi’raj yang kami selenggarakan sebagai upaya untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan melakukan ibadah secara bersama-sama.
Disamping itu melalui kegiatan ini juga kami harapkan menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi kami sekeluarga besar Polres Pati dengan segenap komponen baik itu instansi Pemerintah, Lembaga masyarakat dan masyarakat di Kabupaten Pati,” imbuh Kapolres.

“Besar harapan kami bahwa giat Tabligh Akbar dan peringatan Isra Mi’raj ini menjadi suatu kegiatan yang dapat kita laksanakan secara rutin sebagai siraman rohani. Bagi kita khususnya untuk menghadapi berbagai dinamika kehidupan berbagai perbedaan yang terkadang menimbulkan dampak yang kurang baik terhadap hubungan antar sesama manusia.
Untuk itu, diharapkan dengan adanya tabligh akbar ini mampu menyatukan kita untuk hidup bersama dalam suasana adem ayem, seperti kita ketahui dalam waktu dekat ini tepatnya besok hari Rabu tanggal 17 April 2019 kita akan melaksanakan pemilihan Presiden dan Legislatif secara serentak baik di tingkat Kabupaten/Kota dan Provinsi.

Kapolres  juga menegaskan bahwa Polri bersama TNI siap mengawal pesta demokrasi agar berjalan lancar. "Sehingga tidak ada yang bisa menghalangi untuk menggunakan haknya dalam menentukan pilihan pada Pemilu yang akan di gelar 17 April mendatang," tegasnya.
Sementara itu, dalam ceramahnya Ustadz Fachrur Rozi menyampaikan,” bahwa perintah salat yang diterima Rasulullah dalam peristiwa isra Miraj memiliki pengaruh positif terhadap penyelenggaraan Pemilu dan kehidupan bernegara secara umum.

Ia menjelaskan, nilai yang terkandung dalam salat berjamaah dapat dijadikan pedoman dalam menyikapi Pemilu.
Menurutnya, dalam salat berjamaah, setiap orang dapat menghargai perbedaan yang ada dalam tata-cara salat. Sebagaimana dalam hidup, termasuk dalam Pemilu, kita harus menghargai perbedaan," jelas akademisi UIN Walisongo Semarang tersebut.
Dalam salat berjamaah, lanjutnya, meski ada beberapa perbedaan tersebut, masing-masing orang menempati posisi saf yang berbeda, seluruhnya bergerak beriringan untuk meraih ridha Allah.
"Sebagaimana salat berjamaah yang 'beda posisi tapi satu visi', kehidupan bernegara juga harus demikian.   Menghargai perbedaan demi bersama-sama memajukan Indonesia," terangnya.
Ustadz Fachrur menambahkan, "boleh bersenggolan" yang mungkin terjadi dalam penyelenggaraan Pemilu sebaiknya tidak menimbulkan pertengkaran.
Hal ini dapt diartikan "dalam salat berjamaah, kepala kesenggol, pantat atau kaki di depannya ketika ruku dan sujud mungkin saja terjadi.

Tapi hal ini tidak menjadi masalah, jamaah salat tetap baca tasbih dan tetap mengakhiri salat dengan salam. Umumnya disambung pula dengan saling berjabat tangan. Pemilu juga harus begitu.
Tetap damai meski ada senggolan, sebab niatnya ialah berjamaah untuk memajukan IndonesiaSiapa pun pemimpin yang terpilih dalam Pemilu nanti, Ustadz Fachrur mengimbau masyarakat agar menerimanya dengan penuh keridloan," jelasnya.
Dalam himbaunya, dalam menghadapi suatu masalah, memberi informasi, dan saran  harus menghargai perbedaan. Indahnya hidup bersama ibarat sholat berjamaah, sehingga bisa menghargai perbedaan.
Boleh beda posisi tapi harus saling menghormati dan saling memahami. Terkait pileg walaupun beda pandangan, diharapkan  hasilnya untuk kemajuan indonesia
Dalam tausiyahnya, KH Fachrur Rozi meminta agar semua pihak menjaga situasi yang aman dan kondusif menjelang Pilpres dan Pileg.

“Hindari mencaci maki dan fitnah di Medsos terhadap sesama dan mari kita saling menjaga silaturahmi yang baik dengan sesama.
Bersama Polri dan TNI kita kuat, kita semua berdoa semoga Pilpres dan Pileg yang akan datang dapat berjalan dengan sukses dan tidak ada gangguan dan hambatan,” pungkasnya. ($.fauzi)

Minggu, 07 April 2019

Eva Ayunda Diva Pantura Yang Lagi Hits Saat Ini

Natapatinews. Pati - Selalu ada kharisma sendu diraut wajah cantiknya Eva Ayunda, bidadari mungil nan cantik ini terus berkibar namanya di blantika musik tanah air khususnya genre music dangdut koplo yang makin semerbak di Pantura Jawa Tengah yang sangat hingar bingar saat ini, Minggu tgl (07/04/19).

Eva Ayunda top bintang Pantura yang hits saat ini.

Eva Ayunda menekuni dunia tarik suara sejak kelas Satu SMA lulusan dari SMA Jatirogo Tahun 2013 dan melanjutkan kuliah di perguruan tinggi di IKIP Bojonegoro Jurusan Sastra Indonesia Lulusan Tahun 2017 yang pernah mengikuti lomba menyanyi dangdut di acara live Bojonegoro di desanya dan mendapatkan juara pertama," Kata Eva Ayunda anak nomer dua dari dua bersaudara dari pasangan suami istri Bapak Umar dan Ibu Tumami.

Ayu selain menjadi seorang diva dangdut juga menekuni bisnis online shope selain kesibukannya sebagai penyanyi yang sekarang menetap ikut group orkes Palapa Rock Ndut dari Mojokerto Jawa Timur yang sudah mempunyai single Album perdana dengan judul lagu Hati Yang Merindu Ciptaan Baskoro S Arrasemen musik dari Palapa Rock Ndut Produksi dari Palapa Production Intertaiment Music dari Mojokerto Jawa Timur Indonesia.

Gadis mungil nan jelita ini saat ditanya tentang kriteria pacar katanya belum memikirkan soal cowok mau fokus dulu sama karirnya yang mendambakan kriteria cowok tentunya yang baik, pengertian dan tanggung jawab," ujar cewek cantik yang suka makan bakso dan punya hobby shoping kelahiran Jatirogo Tuban 19 Mei 1995 yang sekarang bertempat tinggal di Desa sekaran Dusun Babagan RT 002 RW 004 No.12 Kecamatan Jatirogo Tuban Jawa Timur.

Tak berlebihan memang alunan suara yang mendayu-dayu dan cengkoknya menjadi ciri khas suara merdu Ayunda dalam setiap performanya, karir saat ini tentu tak mudah mudah untuk meraihnya jatuh bangun, jatuh lagi dan bangkit lagi menjadi ruh dan jiwa semangat untuk terus belajar dan berkarya tentu juga do'a dari orang tua yang selalu mendampingi sejak dari nol awal karir hingga sekarang ini.

Ayunda lover's yang menjadi salah satu fansnya yang setiap saat selalu hadir di mana pun berada, mudah mudahan apa yang menjadi harapan sekarang ini akan terwujud esok dikemudian hari menjadi bintang Pantura artis papan atas yang akan mengisi lembaran baru di blantika musik dangdut tanah air, amin. (EKO)

Sabtu, 06 April 2019

Netralitas TNI dan Polri Menjelang Pesta Demokrasi Pemilu 2019

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., bersama Kapolri Jenderal Pol M.Tito Karnavian menghadiri Apel Gabungan TNI - Polri dan memeriksa langsung kesiapan personel maupun materiil Yang digelar untuk Pengamanan Pemilu Presiden dan Legislatif Tahun 2019, Bertempat di Lanud Adi Soemarmo Solo Jawa Tengah, Jumat (05/04/19).

Cek kesiapan Panglima TNI tinjau langsung pasukan.

Panglima TNI dan Kapolri tersebut tiba di lokasi pukul 09.20 WIB dan disambut langsung oleh Pangdam IV Diponegoro Mayjen (TNI) Mochamad Effendi dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono serta seluruh pimpinan TNI - Polri di wilayah Jawa Tengah.

Dalam Apel Gabungan tersebut, Panglima TNI dan Kapolri melakukan pengecekan pasukan dan berdialog langsung dengan Pasukan yang telah siaga di lapangan apel.

"Pahami, Pedomani dan tegaskan Netralitas TNI, laksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab untuk mengamankan dan mensukseskan Pesta Demokrasi 2019," Tegas Panglima TNI dihadapan 3.300 Personel TNI-Polri yang merupakan perwakilan dari berbagai satuan di wilayah Jateng dan DIY.

Adapun dari Kodam IV/Diponegoro telah menyiapkan 14.150 orang personel TNI untuk melaksanakan tugas perbantuan kepada Polri dalam mengamankan dan mensukseskan Pemilu 2019.

Seluruh Pasukan yang di perbantukan ke Polda seluruhnya berada di bawah kendali dari Polda, Pasukan yang tidak di BKO kan Standby On Call dan di bawah kendali Pangdam IV/Diponegoro.

Sebelum digelarnya Apel Gabungan ini telah dilaksanakan pula berbagai kegiatan pembekalan dan pelatihan, diantaranya Latihan parsial di tiap-tiap satuan, Latihan simulasi Pam Pemilu gabungan TNI-Polri, Latihan Tri Patra, dan Latihan TFG Pam Pemilu 2019.

Dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut diharapkan akan semakin meningkatkan kesiapsiagaan dan kepercayaan diri para unsur pengamanan dalam mengamankan serta mensukseskan Pesta Demokrasi yang akan datang.

Disamping itu dalam apel gelar pasukan kali ini, selain mengecek kesiapan pasukan, Panglima TNI juga ingin memastikan bahwa para prajuritnya benar-benar memahami aturan perlibatan pasukan TNI dalam pengamanan Pemilu, termasuk pemahaman atas Netralitas TNI.

Dengan memahami aturan pelibatan pasukan TNI diharapkan tidak akan terjadi kesalahan prosedur dan dilapangan tidak terjadi kesalahpahaman.

Dalam kesempatan yang sama, Panglima TNI juga melakukan pengecekan kepada para Babinsa untuk memastikan kalau dukungan operasional Babinsa sudah diterima oleh para Babinsa sebagai ujung tombak TNI. Sebagaimana ketetapan Pemerintah, dukungan operasional Babinsa sudah ditingkatkan agar kedepanya para Babinsa dapat melaksanakan tugasnya dengan maksimal, pungkasnya.

Selesai melaksanakan Apel Gabungan TNI-Polri, Panglima TNI dan Kapolri melaksanakan analisa dan evaluasi Pengamanan tahapan Pilpres/Pilleg wilayah Solo Tahun 2019.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dofiri, Asops Panglima TNI, Kadiv Humas Polri, Waaster Panglima TNI serta segenap pejabat jajaran TNI dan Polri Jateng dan DIY. (Muhadi)

Senin, 01 April 2019

Menggali Mutiara Pancasila Dan Semangat Gotong Royong

                    Foto H sutriono DPR RI

Natapatinews. Pati - Selasa 2 April 2019 bertempat di the SAFIN HOTEL Pati - sentral Java diadakan kegiatan SOSIALISASI PANCASILA menggali mutiara Pancasila dan semangat gotong royong yang diselenggarakan dan di fasilitasi oleh BPIP atao badan pembinaan ideologi Pancasila  di situ dihadiri oleh dua narasumber salah satunya anggota DPR RI komisi 2 fraksi PKS Bpk H Sutriyono spd . MSI yang tak lain adalah asli pati Utara berasal dari desa selempang kecamatan dukuhseti dan  bapak Romo beni Susetyo kelahiran Malang beliao dari aktifis dialog antar umat beragama, pendiri LSM setara,dan staf khusus dewan pengarah BPIP.

Kegiatan BPIP  juga dihadiri oleh tamu undangan sekitar 200 tamu undangan yang hadir terdiri dari Thomas toga dan perwakilan karang taruna sekitar 10  kecamatan yang ada di kabupaten pati.serta hadir pula perwakilan dari salah satu pelajar SMK Kesuma Margoyoso Pati dan di dampingi salah satu gurunya. 
Foto Bpk sutriono BPK Romo beni Susetyo setaf ahli DPR RI dan Novita Rizka Eka Putri hartanti

Acara tersebut di mulai pukul 09.00 WIB dengan di mulai pembukaan dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan yang di pandu diligent Mariatul Nurul safa'ah siswi SMK Kesuma Margoyoso Pati kelas sebelas jurusan akuntansi lembaga keuangan dan dilanjutkan do'a yang di pimpin oleh BPK Ali Mahfud spdi, dan di lanjutkan sambutan dari kedua narasumber tersebut serta di lanjutkan tanya jawab.adapun kedua narasumber memaparkan kita harus bersyukur kita sebagai bangsa Indonesia yang bisa menjadi insan Pancasila sehingga tidak mudah di pecah belah.
Foto Mariatul Nurul safa'ah


Kegiatan tersebut juga di hadiri dan di pantao langsung utusan dari seknek. adapun harapannya dari BPIP dan kedua narasumber dari kegiatan sosialisasi ini adalah semua insan di Indonesia supaya menjadi insan Pancasila jujur tenggangrasa bekerjakeras dan saling gotong royong tidak mudah pecah belah dan di adu domba.

Sehingga bangsa indonesia bukan  bangsa yang menggali mutiara Pancasila tapi betul" jadi insan mutiara pancasila. 

BPk H sutriyono DPR RI komisi 2 dari fraksi PKS mengatakan bahwa beliao adalah berkewajiban mensosialisasikan Pancasila sebagai dasar negara republik Indonesia dan mengamalkannya. 

Acara sosialisasi pancasila yang di selenggarakan oleh BPIP dan didhadiri oleh dua Nara sumber Selesai  pukul 12.00 dan di akhiri dengan lagu kebangsaan padumu negeri  yang di pandu diligent Novita Riska Eka Putri Hartanti siswi  yang duduk di  bangku SMK Kesuma  Margoyoso Pati kelas duabelas, jurusan akuntansi lembaga keuangan.

Acara tersebut berjalan dengan baik dan lancar  di lanjutkan ramah tamah serta menjalin keakraban saling sapa menyapa antara tamu undangan yang satu sama yang lainnya. (FZ)

Jumat, 29 Maret 2019

Management Nusantara With Febby Maharani Berkunjung ke Negeri Sakura

Natapatinews. Pati - Setelah melaksanakan perjalanan tour di beberapa kota di Indonesia kali ini team Nusantara Management melaksanakan tugas negara menjalankan misi perdamaian dunia lewat seni dan budaya dengan Feby Maharani (Feby KDI) sebagai Icon Duta Seni dan Budaya pergi berkunjung ke luar negeri yaitu di negara Jepang yang terkenal dengan sebutan negeri sakura (matahari) yang banyak tumbuh bunga sakura di negeri tersebut, Sabtu tgl (30/03/19).

Management Nusantara bersatu saat berkunjung di negeri matahari terbit.

Team Nusantara Management sangat bangga karena bisa berkunjung di negara Jepang sebuah Negara dengan kemajuan teknologi yang luar biasa baik di bidang sains maupun ilmu pengetahuan, juga keunikan dan budaya tradisi yang sangat kuat untuk membangun kekuatan mental, disiplin waktu yang sangat tinggi yang akhirnya menempatkan Negara Jepang sebagai salah satu Negara maju di Asia.

Ini merupakan agenda tour perjalanan yang luar biasa yang dapat di temui oleh team Nusantara Management dengan mekanisme yang berbeda tapi wujud saling menghormati antar sesama terjalin dengan baik akan keluhuran budaya samurai (jiwa seorang samurai) inilah yang terpatri di negara Jepang ini akan menjadikan pelajaran yang baik untuk melakukan tugas mulia ke depan sebagai wujud Seni dan Budaya sebagai pemersatu visi misi dari Gong perdamaian dunia.

Tidak berlebihan memang di negara Jepang team Nusantara Management hanya ingin mencari suatu kebenaran sebagai mana jati diri sebuah bangsa adalah sebagai bentuk penentuan nasib Bangsa untuk ke depannya yaitu untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyatnya.

Team Nusantara Management tidak berharap banyak kami hanya menuntut hak yaitu hak sebagai umat manusia untuk di kembalikan ke fungsionalnya untuk di berikan jaminannya, untuk di berikan keadilannya sosial dan dimana keadilan itu adalah milik semua manusia, milik semua umat manusia yang ada di dunia sebagai jaminan keadilan, kesejahteraan, komitmen, loyalitas itu adalah karena landasan kemakmuran itu sendiri," terang Mr. Joko Wibisono.

Kemakmuran adalah suatu landasan dimana untuk membangun suatu ideologi sedangkan ideologi itu punya hak punya tujuan hidup membangun suatu karakter manusia yang punya martabat dan punya moralitas tinggi lewat keluhuran sebuah budaya  dan seni.

Dengan kemakmuran diharapkan manusia bisa memilih hanya satu kekuatan yang di miliki oleh manusia yaitu Akhlak, Moralitas dan sebuah komitmen yang harus dipegang erat dalam sendi sendi kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Pada hari ini di negara Jepang Tokyo sebagai saksi semoga apapun yang kami lakukan semoga apapun yang kami berikan sebagai mana makhluk hamba Allah hamba Tuhan bisa bermanfaat untuk setiap umat manusia di dunia dari perjalanan kerajaan Majapahit, Mataram, Kutai Kertanegara, Pajajaran bahwa Nusantara pernah menghiasi tatanan 700 tahun sebuah masa paling indah akan kejayaan atau masa keemasan saat itu.

Dan menjadi saksi bahwa Jepang pernah menjadi saksi sejarah perjalanannya Bangsa Indonesia sehingga Bangsa Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, semoga perjalanan ini menjadi berkah dalam saksi perjalanan nyata di Jepang di negeri sakura salam hormat salam sejahtera atas nama Bangsa Indonesia dan mewakili rakyat Indonesia dari Mr. Joko Wibisono Pimpinan Nusantara Management.

Bahwa Nusantara dengan kode tatanan 700 tahun akan kembali menjadi mercusuar nya Dunia, sesuai dengan jongko Joyoboyo ataupun Nayagenggong dan Sabdapalon nagih janji dengan tanda tanda alam sudah terbukti hadir satu persatu terakhir adalah meletusnya anak gunung Krakatau sebagai tanda turunnya Satria Piningit yang akan membawa masa Kejayaan Nusantara kembali. (EKO)

Selasa, 26 Maret 2019

Kepaladesa cebolek kidul memediasi warganya yang menjadi korban KSP As sakinah.

                 Foto kades cebolek

Natapatinews.pati. Selasa 26 Maret 2019,
dibalai desa cebolek pukul 09. 00 wib. Warga  desa cebolek berbondong bondong mendatangi kantor balai desa cebolek untuk menuntut arisan, tabungan dan deposito di KSP As sakinah,yang belum bisa di cairkan.direktur ksp As sakinah 
berjanji akan menjual rumah yang ditawarkan 2,5 miliar. 
Foto warga cebolek yang jadi korban arisan ksp

Pemilik KSP As sakinah sdr udin  juga berjanji akan menjual aset asetnya termasuk rumahnya. 

Pak kades cebolek  Agung sebagai moderator ikut memediasi menengahi warganya,Karna beliao sebagai pelayan pelindung pengayom masyarakat  ber usaha supaya masaha tersebut segera ada penyelesain yang maksimal, dan dana nasabah sampai saat ini  belum bisa memberikan jawaban kepastian kapan tuntutan warga cebolek sebagai korban KSP As sakinah  dipenuhi.

Dan korban KSP As sakinah berharap kepada direktur bertanggung jawab  semua uangnya bisa di caerkan secepatnya.(Efendi)

Senin, 25 Maret 2019

Gp ansor rayon margoyoso pati memberi pelatihan di mts baitussalam bulumanis

Natapatinews.pati MTs Baitussalam desa Bulumanis  Lor Kec. Margoyoso Pati sebagai ajang pelantikan dan pelatihan dasar  mulai 22/ 23 maret 2019 oleh GP.Ansor Rayon Margoyoso yang dipelopori oleh Bp. In' am Mukhlisin selaku pimpinan cabang Margoyoso.
Fotoketua GP Ansor rayon Margoyoso dan muspika 

 Pelatihan dasar diikuti oleh dari beberapa kalangan mulai dari pelajar santri dan masyarakat umum dan keselurahan tercatat sekitar 75 peserta mengikuti pelatihan dasar tersebut. 

Pelatihan tersebut didukung dan dihadiri oleh Muspika Kepolisian dan Koramil Margoyoso, PMII dan dari pihak pihak terkait. 

Pelatihan tersebut bertujuan untuk mencetak generasi Ansor yang bisa bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya, menjadikan generasi yang berbakti terhadap agama Nusa dan keutuhan bangsa Republik Indonesia.

Gp Ansor rayon Margoyoso berharap kegiatan ini bisa bermanfaat dan menjadikan utuhnya NKRI.(Efendi)

Jumat, 22 Maret 2019

Apel gabungan tni polri muspika pemdes panwas tomas toga dan toda se kecamata cluwak pati

Natapatinews. Pati Sabtu 23 Maret 2019 dihalaman kantor kecamatan cluwak kabupaten Pati telah dilaksanakan apel bersama TNI polri panwascam ketua PPS  pemdes  beserta toga Thomas dan toda se  kecamatan cluwak. 
Foto apel TNI polri pemdes panwas kpps Thomas toga toda

Adapun susunan acara apel tersebut komandan apel memasuki lapangan dilanjutkan Kapolsek beserta muspika selaku inspektur upacara memasuki lapangan upacara dilanjutkan penghormatan pasukan laporan komandan apel pembacaan deklarasi amanat. Dalam amanat tersebut semua peserta apel yang hadir diharapkan komitmen netral dalam pemilu, dan tugas PAM pemilu 17 April 2019 adalah kehormatan dan kebanggaan yang tidak ternilai harganya.
Foto Kapolsek camat dan koramil

 TNI dan polri beserta seluruh peserta apel yang hadir harus bisa bekerjasama  menetralkan potensi kerawanan.

 Babinsa dan babinkamtibmas harus mampu menenangkan masyarakat agar tidak resah dengan adanya berita berita hoax. 

TNI dan polri Muspika pemdes  kpps dan panwascam beserta Thomas toga dan toda diharapakan berkordinasi untuk meng inventarisir  dan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat dalam menyalurkan hak pilihnya di pemilu 17 April 1019 nanti. 
Kapolsek cluwak  Aiptu NRP 65090083 tri Gunarso berharap kegiatan apel tersebut bisa menjadikan amanya dan lancaranya proses pemilu sampai pemilu selesai.


Kegiatan apel tersebut ditutup dengan pembacaan doa dan berjalan lancar kondusif serta di dukung cuaca yang baik sehingga selesai acara peserta yang hadir bisa ber ramah tamah seadanya tidak ada yang saling membeda bedakan (Fz)

Kemenag pati mengdakan Dialog lintas agama

Natapatinews.pati Kamis (21/3/2019), bertempat di Aula Kementerian Agama (Kemenag) Pati, dilaksanakan talkshow dialog lintas agama dengan tema "Moderasi Beragama Untuk Meneguhkan Semangat Berbangsa dan Bernegara Dalam Bingkai NKRI".
Foto bupati pati bersama kemenag dan Dandim 

Kepala Kemenag, Imron menyampaikan, kegiatan ini menjadi pembuktian bahwa Pemerintah Kabupaten Pati, selalu mengedepankan dan menjaga agar kondusivitas situasi keberagaman di Kabupaten Pati tetap tercipta dan terjaga.
"Oleh karena itu, Kemenag Kabupaten Pati berpartisipasi menyelenggarakan sebuah kegiatan yang tujuan akhirnya adalah kita sesama pemeluk agama, memberikan makna yang lebih luas. Ada yang moderasi beragama untuk meneguhkan semangat berbangsa dan bernegara dalam bingkai NKRI", jelasnya.

Kegiatan ini bertujuan, untuk menyamakan persepsi penanggulangan kekerasan atas nama agama dan kepercayaan di wilayah kabupaten Pati. Kemudian juga untuk maping potensi kerawanan sosial atas nama agama dan kepercayaan.

"Selain itu, untuk mengkoordinasikan upaya penanggulangan kekerasan atas nama agama serta membangun sinergitas, membangun kebersamaan dan mengsinkronkan pemahaman untuk merekatkan kesatuan antar elemen bangsa", paparnya.

Sementara itu, dalam arahannya, Bupati Pati Haryanto mengatakan bahwa kegiatan seperti ini, memang jarang sekali dilaksanakan. Kalaupun ada, yakni dalam forum - forum yang lain. Namun pada kesempatan ini, dapat mengumpulkan berbagai unsur, elemen dan organisasi yang berbeda beda.  Serta, dalam kegiatan ini, mengusung tema yang bagus.

"Jadi kita ini, meskipun di Kabupaten Pati saat aman, nyaman dan terkendali, namun tetap timbul rasa khawatir dan was - was. Hal ini disebabkan, dengan adanya agenda rutin lima tahunan, yakni pesta demokrasi. Pesta demokrasi Ini, sejatinya merupakan hal yang biasa, oleh karena itu, jangan dijadikan beban ataupun permasalahan.
Kegiatan ini merupakan hasil prakarsa antara Bupati Pati bersama Kemenag dengan mengundang tokoh - tokoh agama dari FKUB, kepala KUA, pengawas agama, penyuluh, kyai, ustadz / ustadzah maupun yang terkait.

"Dengan adanya dialog ini, untuk mengantisipasi terjadinya perpecahan jelang pemilu 2019 nanti. Materi - materi yang disampaikan ini pun sangat kondusif sekali sehingga menunjukkan bahwa kita ini memang dapat bersatu padu", pungkasnya.

Pihaknya menyebut bahwa, perbedaan pilihan dalam pemilu itu hal yang biasa. Jangan sampai menjadikan perpecahan, lebih - lebih perpecahan hingga ke tingkat nasional. (po2/PO/MK)

Pergantian bidan desa di desa tanjungrejo kacamatan margoyoso pati

Natapatinews. Pati Kamis 21 Maret 2019 salah satu warga desa Tanjungrejo kecamatan Margoyoso  menemui Kapala dinas kesehatan kabupaten Pati.
Foto kepala dinas kesehatan kabupaten pati

 Maksud dan tujuan menemui kadin tak lain hanyalah memohon bantuan supaya bidan desa Tanjungrejo segera di isi supaya kegiatan di pkd desa Tanjungrejo berjalan normal dan menanyakan terkait sdr Hartini yang sudah di tarik atao di pindah tugaskan ke puskesmas Margoyoso II berdasarkan BAP nomor 800/131/2019 mulai tanggal 1 Maret 2019  dan di perbantukan bidan bernama ibu Farida Zulaikhah NIP 197607012007012013 mulai tanggal 1 Maret 2019 namun setelah tgl tersebut kegiatan di pkd tersebut  masih sepi di jam jam kerja.

 Dan warga juga menanyakan kepada kepala dinas kesehatan kabupaten Pati terkait ibu Hartini masih bertempat tinggal di pkd desa Tanjungrejo kecamatan Margoyoso.

Kepala dinas kesehatan kabupaten Pati menerima perwakilan warga desa Tanjungrejo dengan ramah baik dan menjelaskan  semua terkait apa yang menjadi pertanyaan warga desa Tanjungrejo, dengan nada santai kepala dinas menyampaikan bahwa sdr Hartini minta izin bertempat tinggal di pkd desa Tanjungrejo selama tiga bulan. dan mengenai bidan yang baru itu di serahkan  kepada kepala puskesmas Margoyoso II. 

Kepala dinas mengganggap permasalahan itu sudah selesai tapi dengan adanya permohonan akan segera di tindak lanjuti. 

Warga berharap supaya segera di isi bidan yang baru dan pemberian izin ber tempat tinggal supaya ada hitam di atas putih. (Fz)

Warga menduga kades tanjungrejo kecamatan margoyoso kabupaten pati menggelapkan uang senilai lima puluh satu juta dua ratus dua puluh enam ribu rupiyah

Natapatinews.pati 21 Maret 2018 pada tgl 26 November 2016 pengelola sumur dalam dukuh Tegalombo desa Tanjungrejo kecamatan Margoyoso kabupaten Pati menyerahkan uang hasil selama mengelola sumur tersebut atas permintaan kepaladesa Tanjungrejo haryasit yang diserahkan oleh ketua yang bernama Fauzi  sekertaris yang bernama Moh Suhadi dan bendahara yang bernama Abdul afif,dan penyerahan uang tersebut ada bukti kuwitansi yang senilai lima puluh satu juta dua ratus dua puluh enam ribu rupiyah. 
Foto kwitansi tanda terima uang

Setelah  tahun berganti menjadi tahun 2017  sumur dalam dukuh Tegalombo desa Tanjungrejo berganti pengelola yang baru namun  tidak seperti pengelola periode sebelumnya yang setiap akhir tahun ada kegiatan tahlilan dan laporan keuangan di lokasi sumur dalam tersebut dengan menghadirkan seluruh konsumen pengelola dan pemerintah desa.
 Di tahun 2018 pun tidak ada kegiatan laporan ahir tahun di lokasi sumur dalam tersebut. 

Dengan tidak adanya kegiatan seperti pengelola sebelumnya sehingga warga buta terkait perkembangan keuangan sumur dalam dukuh Tegalombo desa Tanjungrejo tersebut. Dan warga menyayangkan kegiatan yang transparan dan bermanfaat tersebut di penggal begitu saja.

  Pada tanggal 21 Maret 2019 bertempat di ruang bagian tata pemerintahan kabupaten Pati beberapa perwakilan tokoh masyarakat berkesempatan konfirmasi, dan saat mengkonfirmasi terkait keuangan tersebut di atas kepala desa haryasit tidak merasa menerima uang tersebut katanya yang menerima bendaharanya. 
Foto kepala desa dan kabak pemerintahan

Dengan adanya pengelakan oleh kepala desa haryasit  salah satu perwakilan warga desa Tanjungrejo menduga kepala desa haryasit menggelapkan uang tersebut senilai lima puluh satu juta dua ratus dua puluh enam ribu rupiyah.

 Harusnya kepala desa itu paham dan memahami kaitannya hibah pad dan dana dana lain itu harus masuk APBDes kalo tidak dimasukkan APBDes itu berarti bisa di duga di gelapkan. Warga sangat menyayangkan kepada kepala desa haryasit yang tidak profesional dalam menangani keuangan tersebut dan warga sangat berharap supaya keuangan tersebut di jelaskan secara gamblang oleh kepala desa Karna kepaladesa bertanggung jawab atas semua penggunaan keuangan desa dan apabila tidak ada kejelasan uang tersebut kepala tata pemerintahan kabupaten Pati menyarankan di laporkan polisi saja dengan nada tegas.(fz)

Kamis, 21 Maret 2019

Sejumlah tokoh masyarakat desa tanjungrejo mendatangi ruang kerja kepala bagian pemerintahan kabupaten pati.

Natapatinews.pati Kamis 21 Maret 2019 sejumlah tokoh desa Tanjungrejo mendatangi ruang kerja kepala bagian pemerintahan kabupaten Pati dalam rangka mendampingi perwakilannya yang di undang dalam acara rapat kordinasi aduan masyarakat terkait pengakuan perangkat desa tanjungrejo saodara waji sh telah menikah siri dengan saodari Suhartini bidan desa Tanjung Rejo yang setatusnya masih istri sahnya saodara suharno kepada  anggota kepolisian Margoyoso ketua RT dan sejumlah masyarakat yang ada  saat pengakuan tersebut di pkd desa Tanjungrejo kecamatan margoyoso kabupaten pati.
Foto Kabag pemerintahan dan perwakilan kecamatan dan sejumlah tokoh masyarakat 


Namun acara rapat tersebut belum mendapatkan salinan berita acara dikarnakan pada rapat tersebut kepala desa tanjungrejo  perwakilan dari kecamatan Margoyoso kabupaten Pati dan perwakilan yang di undang dalam rapat tersebut belum menanda tangani berita acara dikarenakan kepaladesa dan perwakilan dari kecamatan izin meninggalkan ruang rapat Karna ada kegiatan lain yang harus di hadiri.

Dengan belum mendapatkannya salinan berita acara pada rapat itu sejumlah tokoh mengatakan tidak menjadi masalah karena perwakilan masyarakat hadirnya agak telat.

namun yang menjadi masalah adalah saat mendapat penjelasan dari kepala bagian pemerintahan bahwa saodara waji perangkat desa Tanjungrejo tidak mengakui bahwa telah melakukan nikah siri dengan bidan desa tersebut.warga menganggap kepada saodara waji perangkat desa Tanjungrejo telah memberi keterangan palsu kepada anggota  kepolisian Margoyoso dan kepada ketua RT dan semua masyarakat yang berada dalam pkd tersebut.

Warga desa Tanjungrejo berharap agar keterangan palsu tersebut  nanti dapat diproses secara hukum sesuai KUHP yang ancamannya7 tahun.

Kepala desa tanjungrejo tidak tahu menahu terkait kegiatan pengerukan tanah di desa nya dan desa tidak mendapat kontribusi apa apa dari pengelola kegiatan pengerukan tanah.

Natapatinews.pati Kamis 21 Maret 2019 salah satu perwakilan warga desa Tanjungrejo Terkejut Saat mendengar Jawaban Dari Kepala Desa Tanjungrejo kecamatan Margoyoso terkait kegiatan Pengerukan Tanah di desa tersebut Karna Dengan kegiatan Tersebut Kepala desa Bilangnya tidak tahu dan ketika di tanya siapa pengelolanya pak  kepaladesa menjawab tidak tahu trus kegiatan tersebut memberi kontribusi terhadap desa apa tidak jawabnya dengan nada tegas tidak. 

Seharusnya kepala desa dengan adanya kegiatan yang memang berdampak pada kerusakan jalan harus bersikap tegas terhadap kegiatan tersebut karena kegiatan tersebut menurut salah satu warga desa Tanjungrejo telah berdampak pada kerusakan  jalan, yang habis di aspal di tahun 2018 dengan biaya APBD 100.000 000. Rusak parah. 

Walaupun kepala desa memberi keterangan tidak tahu menahu terkait kegiatan Pengerukan tersebut warga menduga adanya kerjasama antara pengelola dan kepala desa pasalnya warga beberapa hari pas ada kegiatan berjalan ngecek di tempat tersebut ada motor dinas kepala desa di lokasi tersebut. Motor dinas yang notabennya Hanya untuk perjalan dinas malahan sering terambil rekaman dan Ter ambil foto oleh warga di lokasi pengerukan tanah tersebut.

dengan adanya kegiatan tersebut warga menilai berdampak pada kerusakan jalan maka warga mengadukan kegiatan galian tanah tersebut di dit reskrimsus Polda Jateng.dengan penuh harapan warga supaya ada tindak lanjut terkait aduan tersebut supaya kedepannya kegiatan tersebut bisa lebih ber benah(Fz)

Senin, 18 Maret 2019

Pengisian prangkat desa di kabupaten pati thn 2016 terindikasi menyalah gunakan wewenang

Pati. Natapatinews. - Pemerintah Desa adalah ujung tombak pelayanan masyarakat dalam sistem ketatanegaraan Negara Kesatuan Republik Indonesia,
Kepala Desa sebagai kepala pemerintahan tingkat desa dibantu oleh perangkat desa sebagai pelayanan penyelenggara pemerintahan, melalui peraturan daerah jabatan perangkat desa diatur.


Oumbesman perwakilan Jawa Tengah atas beberapa aduan masyarakat Kabupaten Pati, mulai Tahun 2016 sampai dengan Tahun 2018,telah mengadakan investigasi atas prakarsa sendiri ,menemukan beberapa tahapan dalam penjaringan bakal calon perangkat desa banyak potensi maladministrasi dan pungli.

Dari hasil kajian Oumbesman perwakilan Jawa Tengah melalui laporan oumbesman brif Tahun 2019,menjelaskan bahwa pasal 7 ayat 2 Peraturan Bupati Pati No. 8 Tahun 2016,pada  frase.. "Pemerintah desa bisa mengalokasikan dari sumber pendapatan yang syah"tidak ada petunjuk teknis sehingga multi tafsir dan potensi untuk disalahgunakan panitia dalam mencari anggaran ke bakal calon.

Dikarenakan belum adanya peraturan terkait penggunaan Anggaran Pembangunan Desa(APBDes),terkait hal ini Oumbesman Perwakilan Jawa Tengah sudah mengeluarkan beberapa rekomdasi kepada Pemerintah Kabupaten Pati, sampai berita ini kami turunkan team media Targethukum.info belum bisa mengklarifikasi kepada pihak yang berwewenang untuk diminta keterangan terkait rekomendasi ini. (Fz)

Sabtu, 16 Maret 2019

61 kades terpilh dilantik bupati pati

Natapatinews Pati Sabtu (16/3) bertempat di Pendopo Kabupaten Pati diselenggarakan pelantikan dan sumpah jabatan bagi kepala terpilih dari hasil pilkades serentak tahap 2 yang dilaksanakan pada bulan Desember 2018 lalu.

Sebanyak 61 kades yang terdiri dari 21 kades petahana dan 40 kades baru dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Pati Haryanto. Penuh suka cita para kades terpilih ini membawa serta keluarga dan sanak saudaranya berbondong - bondong datang di Pendopo Kabupaten Pati.
61 kepala desa bertanda tangan dan disaksikan bupati langsung

Bupati Pati Haryanto dalam sambutan dan arahannya menyampaikan selamat bagi kades petahana yang berhasil terpilih menjadi kades kembali. Sebab dari jumlah petahana sebanyak 21 tersebut, ada yang sampai 3 kali tampil, ada yang 1 kali tampil berhenti dan tampil kembali. Semua yang terpilih kembali tersebut atas kepercayaan dari masyarakat.

"Jika kita hitung proses pemilihan hingga hari ini dilantik membutuhkan waktu 3 bulan 1 hari. Memang lebih 1 hari, namun sesuai peraturan perundang undangan, hal tersebut tidak menyalahi aturan. Selain itu, memang ini waktu yang tepat sebab harus menunggu kades sebelumnya yang masa jabatannya selesai," ungkap Bupati.

Haryanto juga mengucapkan terima kasih kepada para penyelenggara pilkades serentak yang berjalan dengan aman, nyaman dan tidak terjadi permasalahan berat hingga proses pelantikan hari ini.

"Kalaupun terjadi letupan - letupan masalah kecil, itu hal yang wajar. Sebab dalam setiap momen pesta demokrasi, apa yang ada di pikiran calon, pasti pikiran untuk menang. Jadi ketika calon tersebut mendapat kegagalan, pasti belum dapat menerima dengan lapang dada," jelas Haryanto.
Usai dilantik, Bupati mengingatkan kades mempunyai kewajiban yang harus dipatuhi. "Beberapa waktu lalu, saya telah memberi bekal bagi kades yang memang mempunyai latar belakang berbeda - beda, mulai dari pedagang, petani, perantauan dan lain - lain. Minimal para kades paham proses anggaran, paham membuat APBDes, maupun paham posisinya setelah menjadi kades," tegasnya.

Haryanto mengimbau, setelah menjadi kades jangan malu bertanya kepada bawahannya, seperti sekretaris maupun perangkat desa yang lain. Jangan sampai karena adanya rasa malu ini, malah justu membentak - bentak bawahannya. Sebab, memang wajar karena tidak ada pendidikan khusus terkait kades, namun tiba - tiba berhasil lolos menjadi pemimpin di desa.

Di akhir sambutannya Bupati mengatakan agar kades mampu menggunakan dana desa sesuai kebutuhan desa.
"Manfaatkan dana desa, ADD, dana pemberdayaan yang telah kita gelontorkan ke desa. Selain itu bagi kades terpilih, jangan hanya memimpin rakyat yang dulu memilihnya saja, tapi harus bisa memimpin dan mengayomi masyarakat satu desa penuh, jangan sampai membeda - bedakan," tandas Bupati. (po3/PO/MK/Fz)

Selasa, 26 Februari 2019

Warga mendatangi Kantor Kecamatan Margoyoso

Natapatinews- Pati Senin tgl 25 Februari 2019 warga desa Tanjungrejo mendatangi kantor kecamatan Margoyoso Pati tepat pukul 10.00 mereka tiba di kecamatan dan masih menunggu pak camat Rusman yang masih memimpin rapat.

Setelah rapat selesai warga desa Tanjungrejo di persilahkan untuk masuk dan dipersilahkan untuk menyampaikan maksud dan tujuannya.
Camat Margoyoso saat menerima warga desa tanjungre

Salah satu perwakilan warga yang Yang tidak mau disebutkan namanya langsung saja menyampaikan maksud dan tujuannya kepada bapak camat selaku yang di tuakan di kecamatan, intinya warga menyampaikan surat mosi kepada pak camat yang isinya tidak percaya dengan perangkat desanya waji sh sebagai kaur keuangan desa tanjungrejo dan warga memohon kepada pak camat untuk berkordinasi sama bapak bupati H.

Haryanto dan kepaladesa Tanjungrejo supaya waji Sh di berhentikan dari jabatannya sebagai kaur keuangan desa yang di nilai masyarakat sudah tidak melayani melindungi dan mengayomi itu bisa di buktikan dengan tidak di tanggapi ya permintaan salah satu  warga desa Tanjungrejo terkait lpj. Selain itu Saodara Waji Pada Hari Minggu TGL 17 Februari 2019 Tidur Di PKD Malam Hari Bersama Ibu Hartini Bidan Desa Tanjungrejo Yang Masih Istri sahnya Suharno Secara Hukum. Ketika Mereka Berdua Di Mintai Keterangan Mengatakan Bahwa Sudah Nikah Siri Sudah Ijin Pak RT  Kpl Desa Dan pak camat.

Warga desa Tanjungrejo berharap kepada pak camat Rusman untuk lebih netral karena semuanya baik warga dan pemerintah desa adalah sama jadi  binaanya bukan hanya pemerintah desa saja yang jadi binaannya. Kami warga desa Tanjungrejo menyadari bahwa persoalan persoalan yang muncul di tahun 2019 itu adalah persoalan lama sehingga  pak camat yang baru masih harus melakukan kajian dulu.suwegnyo mengatakan kepada pak camat pemerintah desa Tanjungrejo tidak usah di emban yang artinya ketika ada kesalahan harus di Tegur Di Kasih Peringatan Secara Tertulis Supaya Warga Bisa Melihat Langsung Surta Tegurannya.

Warga menyimpulkan semua pengakuan waji Sh terkait menempati pkd bersama ibu Hartini selaku bidan desa tanjungrejo sudah ijin ketua RT  kepala desa dan pak camat yang dulu itu adalah suatu yang kurang pas, seharusnya RT kepaladesa pak camat harus jeli dalam memberikan izin Biyar Nantinya di kemudian Hari Tidak Timbul Permasalahan Seperti yang Terjadi Saat ini.

Salah Satu warga Desa Tanjungrejo Terkait Pemberian ijin Tersebut Menduga Adanya Kong kalikong Dan Pembiyaran.(Fz)

Minggu, 24 Februari 2019

Polemik Desa Tanjungrejo, Warga Sangat Geram

Natapatinews. Pati - Audensi terkait polemik yang ada di desa Tanjungrejo kecamatan Margoyoso kabupaten Pati, warga menuntut transparansi laporan SPj terkait pembangunan yang menggunakan aliran Dana Desa selama kepemimpinan Kades Haryasit beberapa waktu periode tahun 2015 - 2018.

Kades Haryasit dan Waji saat diklarifikasi oleh warga.

Warga dan masyarakat sudah sangat geram dengan kepimpinan Kades Haryasit juga perangkat desa terutama Waji sebagai Kaur Keuangan yang tidak pernah transparan tentang laporan keuangan Dana Desa selama ini, Sabtu tgl (05/12/18).

Beberapa perwakilan warga dalam hal ini Fauzi sebagai salah satu tokoh pemuda dan masyarakat mengungkapkan keprihatinan atas perilaku yang menyimpang dari permasalahan pembangunan desa yang bersumber dari Dana Desa.

Disinilah mulai muncul polemik yang mendasari warga dan tokoh pemuda dan masyarakat menuntut haknya, akibat dari banyaknya pembangunan yang ada sangat tidak layak dan tidak sesuai dari apa yang diharapkan, bahkan yang ada adalah mark up hingga tidak sesuai RAB yang ada selama ini.

Waji sebagai perangkat desa yang seharusnya melayani kepentingan masyarakat setiap dikonfirmasi tidak pernah ada dikantor Balai Desa, bahkan setiap dihubungi melalui via telepon selalu mengatakan sibuk dengan pekerjaan lain yaitu sebagai pemilik koperasi simpan pinjam KSP Makmur Mandiri Sejahtera.

Joko salah satu pegawai koperasi yang membawa nasabah empat orang menuntut juga pertanggungjawaban perangkat tersebut kepada Waji selaku pendiri dan pemilik koperasi KSP MMS bahkan ribuan nasabah terbengkalai macet tidak bisa di ambil dana tabungannya karena koperasi dinyatakan kolaps.

Mbah Suminah salah seorang nasabah warga desa Ngemplak Kidul yang mengikuti arisan atau program tabungan yang setiap bulannya mencapai 400rb hingga kini terkumpul mencapai 8juta sampai hari ini tidak pernah bisa diambil atau dicairkan karena tutup koperasinya.

Waji selaku pimpinan koperasi dan perangkat desa dalam hal ini dituntut oleh masyarakat dan nasabah untuk jujur dan mengembalikan dana nasabah terutama nasabah yang sudah mengikuti program tabungan dan deposito.

Akhir dari audiens Mr. Fauzi sebagai tokoh pemuda dan masyarakat meminta pertanggungjawaban Kades dan jajarannya untuk lebih transparan terkait pelaksanaan pembangunan yang menggunakan Dana Desa selama ini sesuai pagu yang ada, terkait RAB dan LPj.

Pembangunan seperti gorong gorong menghabiskan anggaran 25juta dengan lebar 1m dan panjang 4,5m, juga pagar puskesmas menghabiskan dana sebesar 43,5 juta panjang 10m, masyarakat menilai tidak masuk akal dengan anggaran sebesar itu yang ternyata tidak sesuai dengan RAB yang ada.

Salah satu tokoh masyarakat mas Ahmad Sumani mengatakan warga sudah sangat prihatin dengan kondisi desa Tanjungrejo, sebab dari perilaku dari para pelaksana pemerintahan Desa sangat merugikan dari segi pembangunan yang ada hingga hari ini.

Adapun saudara Waji setelah diklarifikasi mengatakan bahwa nasabah koperasi sudah terbayarkan hampir 1,4 M dan sisa tinggal 300 juta, sedangkan untuk absensi kantor bisa dicek langsung dikantor balai desa untuk kehadirannya, bahkan pelayanan hampir 24 jam siap membantu atau melayani jika ada masyarakat yang membutuhkan.

Dan audiens pada hari ini, Kades akan menindaklanjuti apa yang disampaikan oleh Mr. Fauzi salah satu tokoh pemuda untuk lebih meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat juga akan lebih transparansi terkait LPj pembangunan Dana Desa selama ini melalui surat tembusan kepada pemerintah Desa Tanjungrejo. (Mohadi)

Aswathama Ksatria Sejati Pilih Tanding dari Kurawa

Natapatinews. Sejarah - Aswathama ksatria terakhir Kurawa yang dikutuk hidup abadi, Aswahtama(Sansekerta: अश्वत्थामा, Aśvatthāmā) atau Ashwatthaman (Sansekerta: अश्वत्थामन्, Aśvatthāman) adalah anak satu-satunya dari guru Drona dan Krepi yang sangat disayanginya.

Aswathama sang ksatria sejati dari kurawa.

Di kisahkan Aswatama merupakan perwujudan salah satu dari delapan Dewa Rudra dan juga merupakan salah satu dari tujuh Ciranjiwin (mahluk yang abadi) yang dikutuk untuk hidup selamanya tanpa rasa cinta setelah melakukan pembunuhan terhadap lima putra Pandawa dan mencoba membunuh janin yang dikandung Utari istri abimanyu.

Sebelum terlahir ke dunia, sang ayah yaitu Resi Drona telah melalui berbagai usaha yang cukup berat untuk mengabdi kepada Dewa Siwa dengan tujuan agar diberkati seorang anak lelaki yang memiliki keberanian seperti Mahadewa. 

Aswatama pun lahir dengan membawa permata di dahinya. 

Permata itu memberinya kekuasaan atas semua mahluk hidup yang lebih rendah dari manusia. Permata itu juga yang melindunginya dari serangan mahluk halus, jin, raksasa, serangga beracun, binatang buas, dan sebagainya.

Drona sangat mencintai anak tunggalnya itu, bahkan ketika mendengar desas-desus kemaitan anaknya dalam perang kurukshetra Resi Drona menjadi tidak memiliki semangat lagi untuk hidup yang membuatnya gugur di tangan Pangeran Drestadyumn. 

Padahal kabar yang ia dengar adalah kabar mengenai kematian seekor gajah yang bernama Hestitama bukan Aswatama.

Setelah perang besar di Kurukshetra, Aswatama diyakini sebagai satu-satunya musuh Pandawa yang masih hidup. Aswatama memang bukan orang sembarangan ia adalah Brahmana Ksatria sebagaimana Bisma, Drona, Krepa, Karna, dan Arjuna.

Ia adalah seorang ahli ilmu perang yang terpandang sebagai salah satu ksatria ulung pada masanya. 

Aswatama pun menyandang gelar maharathi, serta merupakan salah satu jenderal andalan para Kurawa dalam perang Bharatayuddha.

Setelah perang berakhir dengan kekalahan Kurawa, Aswatama berjanji kepada Duryodana bahwa ia akan membunuh para Pandawa untuknya. 

Dengan liciknya ia menyelinap secara diam-diam ke dalam perkemahan Pandawa pada tengah malam, dan ketika melihat lima orang yang tertidur pulas di kemah para Pandawa ia pun segera membunuhnya dengan membabi buta. 

Ia tidak tahu bahwa orang-orang yang ia bunuh itu bukamlah para Pandawa, melainkan kelima orang putra Pandawa dari Drupadi (Pancawala). 

Selain berhasil membunuh lima anaknya itu, Aswatama juga berhasil membunuh Drestadyumna, Srikandi, Utamauja, dan para pimpinan pasukan yang masih hidup.

Pandawa yang mengetahui hal itu menjadi sangat murka dan segera memburu Aswatama sampai akhirnya terjadi pertarungan dengan Arjuna. 

Dalam pertarungan tersebut Aswatama memanggil senjata Brahmastra yang dulu pernah ingin ia tukar dengan senjata cakra milik Kresna namun tidak berhasil.

Dengan Brahmastra ia mencoba menyerang Arjuna, dan Arjuna pun membalasnya dengan menggunakan senjata yang sama. 

Kresna yang mengetahui hal tersebut segera datang untuk menengahi keduanya, ia merasa Khawatir akan dampak yang timbul jika kedua senjata pamungkas itu beradu, itu artinya kehancuran bagi dunia!.
brahmastra.

Ia menyuruh mereka berdua untuk memanggil senjatanya kembali. Arjuna berhasil memanggil Brahmastranya akan tetapi Aswatama tampaknya tidak mempunyai pengetahuan bagaimana memanggil senjatanya itu kembali sehingga pilihannya adalah menggunakan senjatanya itu. 

Aswatama yang masih dendam dengan Pandawa akhirnya berkata bahwa ia akan menghancurkan keturunan terakhir Pandawa, dan senjata itu pun melesat menuju rahim para wanita dalam keluarga Pandawa, salah satunya adalah Utari istri Abimanyu yang tengah mengandung.

Akibat senjata itu janin yang dikandung Utari meninggal karena terbakar di dalam perutnya. 

Namun Kresna berhasil menghidupkannya kembali. Karena perbuatannya itu Kresna kemudian mengutuk Aswatama aswatama dengan penderitaan yang harus dijalaninya seumur hidupnya.

Karena kutukan tersebut Aswatama menderita Kusta, dan seketika itu pula permata yang ada di dahinya lepas dan membuat tubuh Aswatama mengeluarkan bau yang sangat busuk dari setiap pori-porinya, dengan kondisi tersebut ia akan merasakan hinaan, dan cercaan dari manusia yang melihatnya sampai akhir zaman Kaliyuga.

☆°○ Yang jadi pertanyaan,kemanakah aswatama pergi stelah di kutuk oleh sri krisna?

Aswatama tersadar dari perbuatan khilafnya, Aswatama menyerahkan batu permata berharga (Manik) yang terletak di dahinya kepada Sri Krisna, yaitu permata yang membuatnya tidak takut terhadap segala senjata, penyakit, atau rasa lapar, dan membuatnya tak takut terhadap para Dewa, Danawa, dan Naga. 

Aswatama mohon supaya tidak dikutuk oleh Sri Krisna, tetapi Sri Krisna mengatakan bahwa itu bukan kutukan melainkan buah karma atas apa yang telah dilakukan selama hidupnya.  

Atas perlindungan dan jaminan Bhagawan Abiyoso, Aswatama diampuni. 

Aswatama kemudian melakukan penebusan dosa mengembara kearah barat ditanah padang nan tandus di gurun pasir disemenanjung Arvasthan dan hidup selama 1000 tahun sebagai pertapa yang mengembara.

Aswatama bukan brahmana lagi, meskipun beliau keturunan Brahmana atau berasal dari Brahmana. 

Aswatama anak Brahmana Bhagawan Dronacarya, selama hidupnya sampai perang Bharatayudha berakhir memilih hidup sebagai Ksatriya membela pihak Kurawa dalam perang di Kuruksetra tahun 3138 SM. 

Setelah tersadar dari kekhilafan, atas jaminan dan bimbingan Maharesi Wiyasa, kemudian melakukan penebusan dosa, pergi dari Hastina pura menuju kerah barat. 

Ditempatnya yang baru Aswatama menjalani hidup sebagai seorang pertapa mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha pengasih lagi maha Pengampun.

Aswatama mengasingkan diri di suatu tempat yang masih asing. 

Penduduk setempat menyebut Aswatama sebagai orang KAURA/KURU/KORA. 

Kata WA dalam bahasa sansekerta berarti keturunan, seperti Pandawa, artinya keturunan Pandu dan Kaurawa berari keturunan Kuru/Kaura. 

Bahasa yang dipakai oleh Aswatama bahasa-nya orang Kuru/Kaura/Kora/KAURAN, yang oleh penduduk setempat disebut bahasa dari seberang atau bahasa asing ( HEBREW). Aswatama bagi orang setempat disebut orang Asing (=muhajirin).

Di tempat pengasingannya Aswatama kembali menjalani hidup sebagai seorang Brahmana. dan  mendirikan Kuil pemujaan didaerah yang sangat kering, tandus dan panas, Daerah itu Ibaratnya seperti Padang Pagangsaran di lintasan Sorga dan Neraka di kadewatan sana. 

Di tempatnya yang baru Aswatama  mengasingkan diri melakukan penebusan dosa,  dia bisa  hidup tenteram beranak pianak di sana. Meskipun diawal-awal pengasingan dirinya berbagai macam cobaan dihadapi-nya dengan tabah. (Efendi)

Gelar Perkara Sengketa Tanah, Kades Desa Tanjungrejo Tidak Hadir

Natapatinews. Pati - Kasus sengketa tanah di Dukuh Tegalombo Desa Tanjungrejo kecamatan Margoyoso kab. Pati, bergulir ke ranah hukum, pelapor Suwignyo (52) melaporkan Kadese Haryasit serta iparnya Nurhadi ke Polda Jawa Tengah, (24/02/19).

Suwiqnyo bin Partoadi. (Pelapor)

Disinyalir ada pemalsuan data atau dokumen oleh kepala desa saat pelapor Suwignyo (52) pada tahun 2012 mengajukan sertifikat kepada pemerintah Desa' dengan alasan harus ada tunjuk waris," ujar Suwignyo.

Sengketa tanah bermula saat sang ipar Nurhadi alias Midi mengajukan permohonan sertifikat kepada Kepala Desa' atau pemerintah Desa' Tanjungrejo pada tahun 2017 namun tidak ada saksi ahli waris namun muncul atau terbit sertifikat atas nama Nurhadi pada tahun 2018.

Tanah warisan dari keluarga sang Ibu mertua Kamini yang seharusnya dibagikan kepada ahli waris putra putrinya berjumlah 8 orang namun disabotase secara sepihak oleh Midi atau Nurhadi (cucu) nya.

Tanah pemukiman seluas 3410 meter persegi atas izin anak Kamini ditempati selama 23 tahun dan tidak ada ahli waris yang keberatan Suwignyo dan keluarga tinggal di tempat tersebut.

Hal itulah yang kami inginkan sebuah keadilan, bukan hanya mengenai mengurus tanah yang kami tempati, tetapi juga dengan adanya manipulasi data tersebut dan saya punya bukti buktinya," terang Suwignyo.

Dan saat gelar perkara oleh Polda Jawa Tengah, pelapor Suwignyo pada tanggal 27 November 2018, Midi alias Nurhadi dan Kepala Desa Haryasit tidak bisa hadir dikarenakan sakit.

Timbulnya permasalahan ini karena tidak akibat kebijakan kepala Desa' Tanjungrejo Haryasit secara sepihak tidak mengikuti aturan tentang pembagian hak ahli waris dan terjadinya manipulasi data C,919 Persil 10 atas nama Kamini bin Abdul Razak. (Mohadi)

Kisah Cinta Waji Perangkat Desa Tanjungrejo Berakhir Tragis

Natapatinews. Pati - Kisah cinta seorang petualang sejati Waji berakhir tragis, dengan penggrebekan oleh pemuda dan warga desa Tanjungrejo kecamatan Margoyoso Kab. Pati pada dini hari tepat pada pukul 02.30 WIB di Poliklinik Kesehatan Desa'.

Dua sejoli yang dimabuk asmara akhirnya digerebek oleh warga setempat.

Seharusnya Waji, SH sebagai perangkat desa bisa memberi contoh perilaku suritauladan yang baik kepada masyarakat setempat baik sebagai figur (seorang kepala keluarga) maupun sebagai abdi negara yang menjabat sebagai Kaur Keuangan Desa' Tanjungrejo, Minggu tgl (17/02/19).

Saat kejadian berlangsung Waji, SH saat itu menginap di rumah dinas sang bidan ibu Hartini yang menjalani profesi sebagai bidan desa selama hampir tujuh tahun lebih di desa tersebut dan hampir selama dua tahun, yang katanya sudah minta ijin secara lisan kepada kepala desa Haryasit untuk tinggal di PKD tersebut.

Kedua sejoli ini menjalani hubungan gelap Waji dengan sang bidan bagaikan muda mudi yang dirundung asmara, berasik masyuk dalam gairah yang membara saling pagut, saling lumat melepaskan puncak kenikmatan sesaat.

Menurut mas Muhadi kronologi penggrebekan dilakukan oleh bapak RT Supomo bersama warga setempat dan pemuda yang sudah sangat geram dengan perilaku kedua sejoli selama ini.

Dan penggrebekan di dampingi oleh pihak Polsek Margoyoso Aiptu Wahyu agar tidak ada kejadian yang anarkis oleh pemuda dan warga setempat.

Yang akhirnya Waji, SH dibawa ke Balai Desa Tanjungrejo untuk dimintai klarifikasi dan keterangan oleh warga maupun pemuda yang menyatakan bahwa selama ini kedua sejoli sudah menikah siri, bahkan kedua sejoli ini masing masing sudah berkeluarga dan memiliki anak yang sah dari pihak Waji, SH sendiri maupun dari ibu Hartini.

Saat dimintai keterangan oleh Muhadi tokoh pemuda bahwa status nikah siri sudah berlangsung hampir satu tahun namun Waji tidak bisa membuktikan kebenaran nikah siri tersebut.

Ibu Hartini saat dimintai klarifikasi oleh awak media hanya menjawab non coment, karena sudah diserahkan kepada Waji, SH apapun jawabannya agar tidak menimbulkan dampak negatif di mata masyarakat.

Suami ibu Hartini, Suharno yang berprofesi sebagai sopir truk hanya menyatakan sikap tidak tahu menahu dan hanya minta foto mereka berdua, karena beliau saat ini sedang ada kerjaan di luar kota.

Mediasi berlangsung sangat alot mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.22 WIB berlangsung dengan kondusif tidak ada tindakan anarkistis, dan Waji, SH menyatakan dengan surat pernyataan ini bahwa tidak akan tinggal di rumah dinas PKD atau Poliklinik Kesehatan Desa selama belum menikah secara resmi dengan Hartini sang bidan pujaan hatinya.

Surat pernyataan tersebut dibacakan oleh Kades Tanjungrejo Haryasit dihadapan warga dan masyarakat setempat.

Dan bila saya melanggar pernyataan ini sanggup diberi sanksi atau di proses secara hukum.

Demikian pernyataan yang dibuat oleh Waji, SH di depan para pemuda dan masyarakat Desa' Tanjungrejo kecamatan Margoyoso kabupaten Pati.

Masyarakat desa Tanjungrejo mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Polsek Margoyoso yang telah melindungi, mengayomi dan melayani sampai permasalahan ini selesai dengan kondusif tidak ada timbul tindakan anarkistis. (Heri)

Reuni Akbar Lintas Yudha " KAMENWA" 907 UNTAG SEMARANG

Natapatinews. Semarang - Keluarga besar alumni Resimen Mahasiswa 907 UNTAG Semarang yaitu dikimondoi oleh sang Ketum  H. Harsoyo juga menjabat sebagai PR III mengadakan Musker/Rakor atau konsolidasi organisasi dengan tema "Menggalang Soliditas Menjaga NKRI" sebagai konsolidasi lintas Yudha saat ini, Kamis tgl (24/02/19).

Batalyon 907 UNTAG SEMARANG.

Adapun acara tersebut akan dilangsungkan di Villa Vanaprastha Gedong Songo Bandungan, dengan Dansatgas Seno Susanto ST beserta semua divisi yang sudah masuk dalam kepanitiaan.

Mengenang kebesaran Batalyon 907 yang sudah berdiri awal tahun 1963 yang sudah berkiprah sejak lama, bahkan jejak rekam YON 907 saat sebagai Satgas Timor Timor maupun sebagai Satgas Pasukan Pengamanan PBB menjadi track record bahwa Resimen Mahasiswa cukup mumpuni dalam pendidikan yang termaktub dalam UU Bela Negara sebagai CadNas sesuai dengan UUD'45 pasal 30 ayat 1.

Kolaborasi sesama anggota alumni inilah yang membuat dasar diadakannya "Reuni Lintas Yudha" yang tergabung dalam Satgas Soliditas Menjaga NKRI.

Pasukan khusus berani mati ini tidak pernah kendor dalam semangat membela Negara dalam sendi sendi bermasyarakat, berbangsa dan Bernegara mencakup dalam semua aspek bidang pendidikan, hukum, ekonomi maupun kelola tata pemerintahan.

Adapun semangat itu masih terngiang dalam sebuah lagu mars kebesaran 907 ;

Tinggalkan Ayah Ibu, tinggalkan ayah tinggalkan ibu, ijinkan kami pergi berjuang, di bawah kibaran sang merah putih, majulah ayo maju menyerbu...SERBU...tidak kembali pulang...

Sebelum kita yang menang..PASTI MENANG, walau mayat terdampar di medan perang, untuk bangsa kami kan berjuang, maju ayo maju ayo terus maju, singkirkanlah dia..dia..dia.

Kikis habislah mereka musuh negara
Wahai kawanku resimen mahasiswa
Dimana engkau berada, teruskan perjuangan para pahlawan, demi bangsa kami kan berjuang.

Semangat Menwa di dalam pertempuran tidak pernah masuk koran, Mati dalam perang suatu kebanggaan, Komando baret ungu pasukan berani mati, Majulah ayo terus maju, Sampai titik darah penghabisan.

Suatu kebanggaan tersendiri bahwasanya seluruh anggota keluarga besar KAMENWA 907 UNTAG Semarang bisa hadir mewarnai reuni lintas Yudha ini, berharap berkumpul maupun mengenang kembali masa yang sudah lampau terlewati itu.

Gedong Songo Villa Vanaprasta Bandungan.

Kehadiran seluruh para Alumni 907 akan menjadi sebuah momentum dari sebuah sejarah besar yang akan dicatat oleh sejarawan bahwa eksistensi dan keberadaan "KAMENWA" 907 memberikan sumbangsih yang cukup besar kepada Bangsa dan Negara Republik Indonesia. (Heri)

Related Post