Minggu, 24 Februari 2019

Polemik Desa Tanjungrejo, Warga Sangat Geram

Natapatinews. Pati - Audensi terkait polemik yang ada di desa Tanjungrejo kecamatan Margoyoso kabupaten Pati, warga menuntut transparansi laporan SPj terkait pembangunan yang menggunakan aliran Dana Desa selama kepemimpinan Kades Haryasit beberapa waktu periode tahun 2015 - 2018.

Kades Haryasit dan Waji saat diklarifikasi oleh warga.

Warga dan masyarakat sudah sangat geram dengan kepimpinan Kades Haryasit juga perangkat desa terutama Waji sebagai Kaur Keuangan yang tidak pernah transparan tentang laporan keuangan Dana Desa selama ini, Sabtu tgl (05/12/18).

Beberapa perwakilan warga dalam hal ini Fauzi sebagai salah satu tokoh pemuda dan masyarakat mengungkapkan keprihatinan atas perilaku yang menyimpang dari permasalahan pembangunan desa yang bersumber dari Dana Desa.

Disinilah mulai muncul polemik yang mendasari warga dan tokoh pemuda dan masyarakat menuntut haknya, akibat dari banyaknya pembangunan yang ada sangat tidak layak dan tidak sesuai dari apa yang diharapkan, bahkan yang ada adalah mark up hingga tidak sesuai RAB yang ada selama ini.

Waji sebagai perangkat desa yang seharusnya melayani kepentingan masyarakat setiap dikonfirmasi tidak pernah ada dikantor Balai Desa, bahkan setiap dihubungi melalui via telepon selalu mengatakan sibuk dengan pekerjaan lain yaitu sebagai pemilik koperasi simpan pinjam KSP Makmur Mandiri Sejahtera.

Joko salah satu pegawai koperasi yang membawa nasabah empat orang menuntut juga pertanggungjawaban perangkat tersebut kepada Waji selaku pendiri dan pemilik koperasi KSP MMS bahkan ribuan nasabah terbengkalai macet tidak bisa di ambil dana tabungannya karena koperasi dinyatakan kolaps.

Mbah Suminah salah seorang nasabah warga desa Ngemplak Kidul yang mengikuti arisan atau program tabungan yang setiap bulannya mencapai 400rb hingga kini terkumpul mencapai 8juta sampai hari ini tidak pernah bisa diambil atau dicairkan karena tutup koperasinya.

Waji selaku pimpinan koperasi dan perangkat desa dalam hal ini dituntut oleh masyarakat dan nasabah untuk jujur dan mengembalikan dana nasabah terutama nasabah yang sudah mengikuti program tabungan dan deposito.

Akhir dari audiens Mr. Fauzi sebagai tokoh pemuda dan masyarakat meminta pertanggungjawaban Kades dan jajarannya untuk lebih transparan terkait pelaksanaan pembangunan yang menggunakan Dana Desa selama ini sesuai pagu yang ada, terkait RAB dan LPj.

Pembangunan seperti gorong gorong menghabiskan anggaran 25juta dengan lebar 1m dan panjang 4,5m, juga pagar puskesmas menghabiskan dana sebesar 43,5 juta panjang 10m, masyarakat menilai tidak masuk akal dengan anggaran sebesar itu yang ternyata tidak sesuai dengan RAB yang ada.

Salah satu tokoh masyarakat mas Ahmad Sumani mengatakan warga sudah sangat prihatin dengan kondisi desa Tanjungrejo, sebab dari perilaku dari para pelaksana pemerintahan Desa sangat merugikan dari segi pembangunan yang ada hingga hari ini.

Adapun saudara Waji setelah diklarifikasi mengatakan bahwa nasabah koperasi sudah terbayarkan hampir 1,4 M dan sisa tinggal 300 juta, sedangkan untuk absensi kantor bisa dicek langsung dikantor balai desa untuk kehadirannya, bahkan pelayanan hampir 24 jam siap membantu atau melayani jika ada masyarakat yang membutuhkan.

Dan audiens pada hari ini, Kades akan menindaklanjuti apa yang disampaikan oleh Mr. Fauzi salah satu tokoh pemuda untuk lebih meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat juga akan lebih transparansi terkait LPj pembangunan Dana Desa selama ini melalui surat tembusan kepada pemerintah Desa Tanjungrejo. (Mohadi)
Comments


EmoticonEmoticon

Related Post