Selasa, 26 Februari 2019

Warga mendatangi Kantor Kecamatan Margoyoso

Natapatinews- Pati Senin tgl 25 Februari 2019 warga desa Tanjungrejo mendatangi kantor kecamatan Margoyoso Pati tepat pukul 10.00 mereka tiba di kecamatan dan masih menunggu pak camat Rusman yang masih memimpin rapat.

Setelah rapat selesai warga desa Tanjungrejo di persilahkan untuk masuk dan dipersilahkan untuk menyampaikan maksud dan tujuannya.
Camat Margoyoso saat menerima warga desa tanjungre

Salah satu perwakilan warga yang Yang tidak mau disebutkan namanya langsung saja menyampaikan maksud dan tujuannya kepada bapak camat selaku yang di tuakan di kecamatan, intinya warga menyampaikan surat mosi kepada pak camat yang isinya tidak percaya dengan perangkat desanya waji sh sebagai kaur keuangan desa tanjungrejo dan warga memohon kepada pak camat untuk berkordinasi sama bapak bupati H.

Haryanto dan kepaladesa Tanjungrejo supaya waji Sh di berhentikan dari jabatannya sebagai kaur keuangan desa yang di nilai masyarakat sudah tidak melayani melindungi dan mengayomi itu bisa di buktikan dengan tidak di tanggapi ya permintaan salah satu  warga desa Tanjungrejo terkait lpj. Selain itu Saodara Waji Pada Hari Minggu TGL 17 Februari 2019 Tidur Di PKD Malam Hari Bersama Ibu Hartini Bidan Desa Tanjungrejo Yang Masih Istri sahnya Suharno Secara Hukum. Ketika Mereka Berdua Di Mintai Keterangan Mengatakan Bahwa Sudah Nikah Siri Sudah Ijin Pak RT  Kpl Desa Dan pak camat.

Warga desa Tanjungrejo berharap kepada pak camat Rusman untuk lebih netral karena semuanya baik warga dan pemerintah desa adalah sama jadi  binaanya bukan hanya pemerintah desa saja yang jadi binaannya. Kami warga desa Tanjungrejo menyadari bahwa persoalan persoalan yang muncul di tahun 2019 itu adalah persoalan lama sehingga  pak camat yang baru masih harus melakukan kajian dulu.suwegnyo mengatakan kepada pak camat pemerintah desa Tanjungrejo tidak usah di emban yang artinya ketika ada kesalahan harus di Tegur Di Kasih Peringatan Secara Tertulis Supaya Warga Bisa Melihat Langsung Surta Tegurannya.

Warga menyimpulkan semua pengakuan waji Sh terkait menempati pkd bersama ibu Hartini selaku bidan desa tanjungrejo sudah ijin ketua RT  kepala desa dan pak camat yang dulu itu adalah suatu yang kurang pas, seharusnya RT kepaladesa pak camat harus jeli dalam memberikan izin Biyar Nantinya di kemudian Hari Tidak Timbul Permasalahan Seperti yang Terjadi Saat ini.

Salah Satu warga Desa Tanjungrejo Terkait Pemberian ijin Tersebut Menduga Adanya Kong kalikong Dan Pembiyaran.(Fz)
Comments


EmoticonEmoticon

Related Post