Jumat, 29 Maret 2019

Management Nusantara With Febby Maharani Berkunjung ke Negeri Sakura

Natapatinews. Pati - Setelah melaksanakan perjalanan tour di beberapa kota di Indonesia kali ini team Nusantara Management melaksanakan tugas negara menjalankan misi perdamaian dunia lewat seni dan budaya dengan Feby Maharani (Feby KDI) sebagai Icon Duta Seni dan Budaya pergi berkunjung ke luar negeri yaitu di negara Jepang yang terkenal dengan sebutan negeri sakura (matahari) yang banyak tumbuh bunga sakura di negeri tersebut, Sabtu tgl (30/03/19).

Management Nusantara bersatu saat berkunjung di negeri matahari terbit.

Team Nusantara Management sangat bangga karena bisa berkunjung di negara Jepang sebuah Negara dengan kemajuan teknologi yang luar biasa baik di bidang sains maupun ilmu pengetahuan, juga keunikan dan budaya tradisi yang sangat kuat untuk membangun kekuatan mental, disiplin waktu yang sangat tinggi yang akhirnya menempatkan Negara Jepang sebagai salah satu Negara maju di Asia.

Ini merupakan agenda tour perjalanan yang luar biasa yang dapat di temui oleh team Nusantara Management dengan mekanisme yang berbeda tapi wujud saling menghormati antar sesama terjalin dengan baik akan keluhuran budaya samurai (jiwa seorang samurai) inilah yang terpatri di negara Jepang ini akan menjadikan pelajaran yang baik untuk melakukan tugas mulia ke depan sebagai wujud Seni dan Budaya sebagai pemersatu visi misi dari Gong perdamaian dunia.

Tidak berlebihan memang di negara Jepang team Nusantara Management hanya ingin mencari suatu kebenaran sebagai mana jati diri sebuah bangsa adalah sebagai bentuk penentuan nasib Bangsa untuk ke depannya yaitu untuk kemajuan dan kesejahteraan rakyatnya.

Team Nusantara Management tidak berharap banyak kami hanya menuntut hak yaitu hak sebagai umat manusia untuk di kembalikan ke fungsionalnya untuk di berikan jaminannya, untuk di berikan keadilannya sosial dan dimana keadilan itu adalah milik semua manusia, milik semua umat manusia yang ada di dunia sebagai jaminan keadilan, kesejahteraan, komitmen, loyalitas itu adalah karena landasan kemakmuran itu sendiri," terang Mr. Joko Wibisono.

Kemakmuran adalah suatu landasan dimana untuk membangun suatu ideologi sedangkan ideologi itu punya hak punya tujuan hidup membangun suatu karakter manusia yang punya martabat dan punya moralitas tinggi lewat keluhuran sebuah budaya  dan seni.

Dengan kemakmuran diharapkan manusia bisa memilih hanya satu kekuatan yang di miliki oleh manusia yaitu Akhlak, Moralitas dan sebuah komitmen yang harus dipegang erat dalam sendi sendi kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Pada hari ini di negara Jepang Tokyo sebagai saksi semoga apapun yang kami lakukan semoga apapun yang kami berikan sebagai mana makhluk hamba Allah hamba Tuhan bisa bermanfaat untuk setiap umat manusia di dunia dari perjalanan kerajaan Majapahit, Mataram, Kutai Kertanegara, Pajajaran bahwa Nusantara pernah menghiasi tatanan 700 tahun sebuah masa paling indah akan kejayaan atau masa keemasan saat itu.

Dan menjadi saksi bahwa Jepang pernah menjadi saksi sejarah perjalanannya Bangsa Indonesia sehingga Bangsa Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, semoga perjalanan ini menjadi berkah dalam saksi perjalanan nyata di Jepang di negeri sakura salam hormat salam sejahtera atas nama Bangsa Indonesia dan mewakili rakyat Indonesia dari Mr. Joko Wibisono Pimpinan Nusantara Management.

Bahwa Nusantara dengan kode tatanan 700 tahun akan kembali menjadi mercusuar nya Dunia, sesuai dengan jongko Joyoboyo ataupun Nayagenggong dan Sabdapalon nagih janji dengan tanda tanda alam sudah terbukti hadir satu persatu terakhir adalah meletusnya anak gunung Krakatau sebagai tanda turunnya Satria Piningit yang akan membawa masa Kejayaan Nusantara kembali. (EKO)

Selasa, 26 Maret 2019

Kepaladesa cebolek kidul memediasi warganya yang menjadi korban KSP As sakinah.

                 Foto kades cebolek

Natapatinews.pati. Selasa 26 Maret 2019,
dibalai desa cebolek pukul 09. 00 wib. Warga  desa cebolek berbondong bondong mendatangi kantor balai desa cebolek untuk menuntut arisan, tabungan dan deposito di KSP As sakinah,yang belum bisa di cairkan.direktur ksp As sakinah 
berjanji akan menjual rumah yang ditawarkan 2,5 miliar. 
Foto warga cebolek yang jadi korban arisan ksp

Pemilik KSP As sakinah sdr udin  juga berjanji akan menjual aset asetnya termasuk rumahnya. 

Pak kades cebolek  Agung sebagai moderator ikut memediasi menengahi warganya,Karna beliao sebagai pelayan pelindung pengayom masyarakat  ber usaha supaya masaha tersebut segera ada penyelesain yang maksimal, dan dana nasabah sampai saat ini  belum bisa memberikan jawaban kepastian kapan tuntutan warga cebolek sebagai korban KSP As sakinah  dipenuhi.

Dan korban KSP As sakinah berharap kepada direktur bertanggung jawab  semua uangnya bisa di caerkan secepatnya.(Efendi)

Senin, 25 Maret 2019

Gp ansor rayon margoyoso pati memberi pelatihan di mts baitussalam bulumanis

Natapatinews.pati MTs Baitussalam desa Bulumanis  Lor Kec. Margoyoso Pati sebagai ajang pelantikan dan pelatihan dasar  mulai 22/ 23 maret 2019 oleh GP.Ansor Rayon Margoyoso yang dipelopori oleh Bp. In' am Mukhlisin selaku pimpinan cabang Margoyoso.
Fotoketua GP Ansor rayon Margoyoso dan muspika 

 Pelatihan dasar diikuti oleh dari beberapa kalangan mulai dari pelajar santri dan masyarakat umum dan keselurahan tercatat sekitar 75 peserta mengikuti pelatihan dasar tersebut. 

Pelatihan tersebut didukung dan dihadiri oleh Muspika Kepolisian dan Koramil Margoyoso, PMII dan dari pihak pihak terkait. 

Pelatihan tersebut bertujuan untuk mencetak generasi Ansor yang bisa bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya, menjadikan generasi yang berbakti terhadap agama Nusa dan keutuhan bangsa Republik Indonesia.

Gp Ansor rayon Margoyoso berharap kegiatan ini bisa bermanfaat dan menjadikan utuhnya NKRI.(Efendi)

Jumat, 22 Maret 2019

Apel gabungan tni polri muspika pemdes panwas tomas toga dan toda se kecamata cluwak pati

Natapatinews. Pati Sabtu 23 Maret 2019 dihalaman kantor kecamatan cluwak kabupaten Pati telah dilaksanakan apel bersama TNI polri panwascam ketua PPS  pemdes  beserta toga Thomas dan toda se  kecamatan cluwak. 
Foto apel TNI polri pemdes panwas kpps Thomas toga toda

Adapun susunan acara apel tersebut komandan apel memasuki lapangan dilanjutkan Kapolsek beserta muspika selaku inspektur upacara memasuki lapangan upacara dilanjutkan penghormatan pasukan laporan komandan apel pembacaan deklarasi amanat. Dalam amanat tersebut semua peserta apel yang hadir diharapkan komitmen netral dalam pemilu, dan tugas PAM pemilu 17 April 2019 adalah kehormatan dan kebanggaan yang tidak ternilai harganya.
Foto Kapolsek camat dan koramil

 TNI dan polri beserta seluruh peserta apel yang hadir harus bisa bekerjasama  menetralkan potensi kerawanan.

 Babinsa dan babinkamtibmas harus mampu menenangkan masyarakat agar tidak resah dengan adanya berita berita hoax. 

TNI dan polri Muspika pemdes  kpps dan panwascam beserta Thomas toga dan toda diharapakan berkordinasi untuk meng inventarisir  dan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat dalam menyalurkan hak pilihnya di pemilu 17 April 1019 nanti. 
Kapolsek cluwak  Aiptu NRP 65090083 tri Gunarso berharap kegiatan apel tersebut bisa menjadikan amanya dan lancaranya proses pemilu sampai pemilu selesai.


Kegiatan apel tersebut ditutup dengan pembacaan doa dan berjalan lancar kondusif serta di dukung cuaca yang baik sehingga selesai acara peserta yang hadir bisa ber ramah tamah seadanya tidak ada yang saling membeda bedakan (Fz)

Kemenag pati mengdakan Dialog lintas agama

Natapatinews.pati Kamis (21/3/2019), bertempat di Aula Kementerian Agama (Kemenag) Pati, dilaksanakan talkshow dialog lintas agama dengan tema "Moderasi Beragama Untuk Meneguhkan Semangat Berbangsa dan Bernegara Dalam Bingkai NKRI".
Foto bupati pati bersama kemenag dan Dandim 

Kepala Kemenag, Imron menyampaikan, kegiatan ini menjadi pembuktian bahwa Pemerintah Kabupaten Pati, selalu mengedepankan dan menjaga agar kondusivitas situasi keberagaman di Kabupaten Pati tetap tercipta dan terjaga.
"Oleh karena itu, Kemenag Kabupaten Pati berpartisipasi menyelenggarakan sebuah kegiatan yang tujuan akhirnya adalah kita sesama pemeluk agama, memberikan makna yang lebih luas. Ada yang moderasi beragama untuk meneguhkan semangat berbangsa dan bernegara dalam bingkai NKRI", jelasnya.

Kegiatan ini bertujuan, untuk menyamakan persepsi penanggulangan kekerasan atas nama agama dan kepercayaan di wilayah kabupaten Pati. Kemudian juga untuk maping potensi kerawanan sosial atas nama agama dan kepercayaan.

"Selain itu, untuk mengkoordinasikan upaya penanggulangan kekerasan atas nama agama serta membangun sinergitas, membangun kebersamaan dan mengsinkronkan pemahaman untuk merekatkan kesatuan antar elemen bangsa", paparnya.

Sementara itu, dalam arahannya, Bupati Pati Haryanto mengatakan bahwa kegiatan seperti ini, memang jarang sekali dilaksanakan. Kalaupun ada, yakni dalam forum - forum yang lain. Namun pada kesempatan ini, dapat mengumpulkan berbagai unsur, elemen dan organisasi yang berbeda beda.  Serta, dalam kegiatan ini, mengusung tema yang bagus.

"Jadi kita ini, meskipun di Kabupaten Pati saat aman, nyaman dan terkendali, namun tetap timbul rasa khawatir dan was - was. Hal ini disebabkan, dengan adanya agenda rutin lima tahunan, yakni pesta demokrasi. Pesta demokrasi Ini, sejatinya merupakan hal yang biasa, oleh karena itu, jangan dijadikan beban ataupun permasalahan.
Kegiatan ini merupakan hasil prakarsa antara Bupati Pati bersama Kemenag dengan mengundang tokoh - tokoh agama dari FKUB, kepala KUA, pengawas agama, penyuluh, kyai, ustadz / ustadzah maupun yang terkait.

"Dengan adanya dialog ini, untuk mengantisipasi terjadinya perpecahan jelang pemilu 2019 nanti. Materi - materi yang disampaikan ini pun sangat kondusif sekali sehingga menunjukkan bahwa kita ini memang dapat bersatu padu", pungkasnya.

Pihaknya menyebut bahwa, perbedaan pilihan dalam pemilu itu hal yang biasa. Jangan sampai menjadikan perpecahan, lebih - lebih perpecahan hingga ke tingkat nasional. (po2/PO/MK)

Pergantian bidan desa di desa tanjungrejo kacamatan margoyoso pati

Natapatinews. Pati Kamis 21 Maret 2019 salah satu warga desa Tanjungrejo kecamatan Margoyoso  menemui Kapala dinas kesehatan kabupaten Pati.
Foto kepala dinas kesehatan kabupaten pati

 Maksud dan tujuan menemui kadin tak lain hanyalah memohon bantuan supaya bidan desa Tanjungrejo segera di isi supaya kegiatan di pkd desa Tanjungrejo berjalan normal dan menanyakan terkait sdr Hartini yang sudah di tarik atao di pindah tugaskan ke puskesmas Margoyoso II berdasarkan BAP nomor 800/131/2019 mulai tanggal 1 Maret 2019  dan di perbantukan bidan bernama ibu Farida Zulaikhah NIP 197607012007012013 mulai tanggal 1 Maret 2019 namun setelah tgl tersebut kegiatan di pkd tersebut  masih sepi di jam jam kerja.

 Dan warga juga menanyakan kepada kepala dinas kesehatan kabupaten Pati terkait ibu Hartini masih bertempat tinggal di pkd desa Tanjungrejo kecamatan Margoyoso.

Kepala dinas kesehatan kabupaten Pati menerima perwakilan warga desa Tanjungrejo dengan ramah baik dan menjelaskan  semua terkait apa yang menjadi pertanyaan warga desa Tanjungrejo, dengan nada santai kepala dinas menyampaikan bahwa sdr Hartini minta izin bertempat tinggal di pkd desa Tanjungrejo selama tiga bulan. dan mengenai bidan yang baru itu di serahkan  kepada kepala puskesmas Margoyoso II. 

Kepala dinas mengganggap permasalahan itu sudah selesai tapi dengan adanya permohonan akan segera di tindak lanjuti. 

Warga berharap supaya segera di isi bidan yang baru dan pemberian izin ber tempat tinggal supaya ada hitam di atas putih. (Fz)

Warga menduga kades tanjungrejo kecamatan margoyoso kabupaten pati menggelapkan uang senilai lima puluh satu juta dua ratus dua puluh enam ribu rupiyah

Natapatinews.pati 21 Maret 2018 pada tgl 26 November 2016 pengelola sumur dalam dukuh Tegalombo desa Tanjungrejo kecamatan Margoyoso kabupaten Pati menyerahkan uang hasil selama mengelola sumur tersebut atas permintaan kepaladesa Tanjungrejo haryasit yang diserahkan oleh ketua yang bernama Fauzi  sekertaris yang bernama Moh Suhadi dan bendahara yang bernama Abdul afif,dan penyerahan uang tersebut ada bukti kuwitansi yang senilai lima puluh satu juta dua ratus dua puluh enam ribu rupiyah. 
Foto kwitansi tanda terima uang

Setelah  tahun berganti menjadi tahun 2017  sumur dalam dukuh Tegalombo desa Tanjungrejo berganti pengelola yang baru namun  tidak seperti pengelola periode sebelumnya yang setiap akhir tahun ada kegiatan tahlilan dan laporan keuangan di lokasi sumur dalam tersebut dengan menghadirkan seluruh konsumen pengelola dan pemerintah desa.
 Di tahun 2018 pun tidak ada kegiatan laporan ahir tahun di lokasi sumur dalam tersebut. 

Dengan tidak adanya kegiatan seperti pengelola sebelumnya sehingga warga buta terkait perkembangan keuangan sumur dalam dukuh Tegalombo desa Tanjungrejo tersebut. Dan warga menyayangkan kegiatan yang transparan dan bermanfaat tersebut di penggal begitu saja.

  Pada tanggal 21 Maret 2019 bertempat di ruang bagian tata pemerintahan kabupaten Pati beberapa perwakilan tokoh masyarakat berkesempatan konfirmasi, dan saat mengkonfirmasi terkait keuangan tersebut di atas kepala desa haryasit tidak merasa menerima uang tersebut katanya yang menerima bendaharanya. 
Foto kepala desa dan kabak pemerintahan

Dengan adanya pengelakan oleh kepala desa haryasit  salah satu perwakilan warga desa Tanjungrejo menduga kepala desa haryasit menggelapkan uang tersebut senilai lima puluh satu juta dua ratus dua puluh enam ribu rupiyah.

 Harusnya kepala desa itu paham dan memahami kaitannya hibah pad dan dana dana lain itu harus masuk APBDes kalo tidak dimasukkan APBDes itu berarti bisa di duga di gelapkan. Warga sangat menyayangkan kepada kepala desa haryasit yang tidak profesional dalam menangani keuangan tersebut dan warga sangat berharap supaya keuangan tersebut di jelaskan secara gamblang oleh kepala desa Karna kepaladesa bertanggung jawab atas semua penggunaan keuangan desa dan apabila tidak ada kejelasan uang tersebut kepala tata pemerintahan kabupaten Pati menyarankan di laporkan polisi saja dengan nada tegas.(fz)

Kamis, 21 Maret 2019

Sejumlah tokoh masyarakat desa tanjungrejo mendatangi ruang kerja kepala bagian pemerintahan kabupaten pati.

Natapatinews.pati Kamis 21 Maret 2019 sejumlah tokoh desa Tanjungrejo mendatangi ruang kerja kepala bagian pemerintahan kabupaten Pati dalam rangka mendampingi perwakilannya yang di undang dalam acara rapat kordinasi aduan masyarakat terkait pengakuan perangkat desa tanjungrejo saodara waji sh telah menikah siri dengan saodari Suhartini bidan desa Tanjung Rejo yang setatusnya masih istri sahnya saodara suharno kepada  anggota kepolisian Margoyoso ketua RT dan sejumlah masyarakat yang ada  saat pengakuan tersebut di pkd desa Tanjungrejo kecamatan margoyoso kabupaten pati.
Foto Kabag pemerintahan dan perwakilan kecamatan dan sejumlah tokoh masyarakat 


Namun acara rapat tersebut belum mendapatkan salinan berita acara dikarnakan pada rapat tersebut kepala desa tanjungrejo  perwakilan dari kecamatan Margoyoso kabupaten Pati dan perwakilan yang di undang dalam rapat tersebut belum menanda tangani berita acara dikarenakan kepaladesa dan perwakilan dari kecamatan izin meninggalkan ruang rapat Karna ada kegiatan lain yang harus di hadiri.

Dengan belum mendapatkannya salinan berita acara pada rapat itu sejumlah tokoh mengatakan tidak menjadi masalah karena perwakilan masyarakat hadirnya agak telat.

namun yang menjadi masalah adalah saat mendapat penjelasan dari kepala bagian pemerintahan bahwa saodara waji perangkat desa Tanjungrejo tidak mengakui bahwa telah melakukan nikah siri dengan bidan desa tersebut.warga menganggap kepada saodara waji perangkat desa Tanjungrejo telah memberi keterangan palsu kepada anggota  kepolisian Margoyoso dan kepada ketua RT dan semua masyarakat yang berada dalam pkd tersebut.

Warga desa Tanjungrejo berharap agar keterangan palsu tersebut  nanti dapat diproses secara hukum sesuai KUHP yang ancamannya7 tahun.

Kepala desa tanjungrejo tidak tahu menahu terkait kegiatan pengerukan tanah di desa nya dan desa tidak mendapat kontribusi apa apa dari pengelola kegiatan pengerukan tanah.

Natapatinews.pati Kamis 21 Maret 2019 salah satu perwakilan warga desa Tanjungrejo Terkejut Saat mendengar Jawaban Dari Kepala Desa Tanjungrejo kecamatan Margoyoso terkait kegiatan Pengerukan Tanah di desa tersebut Karna Dengan kegiatan Tersebut Kepala desa Bilangnya tidak tahu dan ketika di tanya siapa pengelolanya pak  kepaladesa menjawab tidak tahu trus kegiatan tersebut memberi kontribusi terhadap desa apa tidak jawabnya dengan nada tegas tidak. 

Seharusnya kepala desa dengan adanya kegiatan yang memang berdampak pada kerusakan jalan harus bersikap tegas terhadap kegiatan tersebut karena kegiatan tersebut menurut salah satu warga desa Tanjungrejo telah berdampak pada kerusakan  jalan, yang habis di aspal di tahun 2018 dengan biaya APBD 100.000 000. Rusak parah. 

Walaupun kepala desa memberi keterangan tidak tahu menahu terkait kegiatan Pengerukan tersebut warga menduga adanya kerjasama antara pengelola dan kepala desa pasalnya warga beberapa hari pas ada kegiatan berjalan ngecek di tempat tersebut ada motor dinas kepala desa di lokasi tersebut. Motor dinas yang notabennya Hanya untuk perjalan dinas malahan sering terambil rekaman dan Ter ambil foto oleh warga di lokasi pengerukan tanah tersebut.

dengan adanya kegiatan tersebut warga menilai berdampak pada kerusakan jalan maka warga mengadukan kegiatan galian tanah tersebut di dit reskrimsus Polda Jateng.dengan penuh harapan warga supaya ada tindak lanjut terkait aduan tersebut supaya kedepannya kegiatan tersebut bisa lebih ber benah(Fz)

Senin, 18 Maret 2019

Pengisian prangkat desa di kabupaten pati thn 2016 terindikasi menyalah gunakan wewenang

Pati. Natapatinews. - Pemerintah Desa adalah ujung tombak pelayanan masyarakat dalam sistem ketatanegaraan Negara Kesatuan Republik Indonesia,
Kepala Desa sebagai kepala pemerintahan tingkat desa dibantu oleh perangkat desa sebagai pelayanan penyelenggara pemerintahan, melalui peraturan daerah jabatan perangkat desa diatur.


Oumbesman perwakilan Jawa Tengah atas beberapa aduan masyarakat Kabupaten Pati, mulai Tahun 2016 sampai dengan Tahun 2018,telah mengadakan investigasi atas prakarsa sendiri ,menemukan beberapa tahapan dalam penjaringan bakal calon perangkat desa banyak potensi maladministrasi dan pungli.

Dari hasil kajian Oumbesman perwakilan Jawa Tengah melalui laporan oumbesman brif Tahun 2019,menjelaskan bahwa pasal 7 ayat 2 Peraturan Bupati Pati No. 8 Tahun 2016,pada  frase.. "Pemerintah desa bisa mengalokasikan dari sumber pendapatan yang syah"tidak ada petunjuk teknis sehingga multi tafsir dan potensi untuk disalahgunakan panitia dalam mencari anggaran ke bakal calon.

Dikarenakan belum adanya peraturan terkait penggunaan Anggaran Pembangunan Desa(APBDes),terkait hal ini Oumbesman Perwakilan Jawa Tengah sudah mengeluarkan beberapa rekomdasi kepada Pemerintah Kabupaten Pati, sampai berita ini kami turunkan team media Targethukum.info belum bisa mengklarifikasi kepada pihak yang berwewenang untuk diminta keterangan terkait rekomendasi ini. (Fz)

Sabtu, 16 Maret 2019

61 kades terpilh dilantik bupati pati

Natapatinews Pati Sabtu (16/3) bertempat di Pendopo Kabupaten Pati diselenggarakan pelantikan dan sumpah jabatan bagi kepala terpilih dari hasil pilkades serentak tahap 2 yang dilaksanakan pada bulan Desember 2018 lalu.

Sebanyak 61 kades yang terdiri dari 21 kades petahana dan 40 kades baru dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Pati Haryanto. Penuh suka cita para kades terpilih ini membawa serta keluarga dan sanak saudaranya berbondong - bondong datang di Pendopo Kabupaten Pati.
61 kepala desa bertanda tangan dan disaksikan bupati langsung

Bupati Pati Haryanto dalam sambutan dan arahannya menyampaikan selamat bagi kades petahana yang berhasil terpilih menjadi kades kembali. Sebab dari jumlah petahana sebanyak 21 tersebut, ada yang sampai 3 kali tampil, ada yang 1 kali tampil berhenti dan tampil kembali. Semua yang terpilih kembali tersebut atas kepercayaan dari masyarakat.

"Jika kita hitung proses pemilihan hingga hari ini dilantik membutuhkan waktu 3 bulan 1 hari. Memang lebih 1 hari, namun sesuai peraturan perundang undangan, hal tersebut tidak menyalahi aturan. Selain itu, memang ini waktu yang tepat sebab harus menunggu kades sebelumnya yang masa jabatannya selesai," ungkap Bupati.

Haryanto juga mengucapkan terima kasih kepada para penyelenggara pilkades serentak yang berjalan dengan aman, nyaman dan tidak terjadi permasalahan berat hingga proses pelantikan hari ini.

"Kalaupun terjadi letupan - letupan masalah kecil, itu hal yang wajar. Sebab dalam setiap momen pesta demokrasi, apa yang ada di pikiran calon, pasti pikiran untuk menang. Jadi ketika calon tersebut mendapat kegagalan, pasti belum dapat menerima dengan lapang dada," jelas Haryanto.
Usai dilantik, Bupati mengingatkan kades mempunyai kewajiban yang harus dipatuhi. "Beberapa waktu lalu, saya telah memberi bekal bagi kades yang memang mempunyai latar belakang berbeda - beda, mulai dari pedagang, petani, perantauan dan lain - lain. Minimal para kades paham proses anggaran, paham membuat APBDes, maupun paham posisinya setelah menjadi kades," tegasnya.

Haryanto mengimbau, setelah menjadi kades jangan malu bertanya kepada bawahannya, seperti sekretaris maupun perangkat desa yang lain. Jangan sampai karena adanya rasa malu ini, malah justu membentak - bentak bawahannya. Sebab, memang wajar karena tidak ada pendidikan khusus terkait kades, namun tiba - tiba berhasil lolos menjadi pemimpin di desa.

Di akhir sambutannya Bupati mengatakan agar kades mampu menggunakan dana desa sesuai kebutuhan desa.
"Manfaatkan dana desa, ADD, dana pemberdayaan yang telah kita gelontorkan ke desa. Selain itu bagi kades terpilih, jangan hanya memimpin rakyat yang dulu memilihnya saja, tapi harus bisa memimpin dan mengayomi masyarakat satu desa penuh, jangan sampai membeda - bedakan," tandas Bupati. (po3/PO/MK/Fz)

Related Post