Selasa, 26 Februari 2019

Warga mendatangi Kantor Kecamatan Margoyoso

Natapatinews- Pati Senin tgl 25 Februari 2019 warga desa Tanjungrejo mendatangi kantor kecamatan Margoyoso Pati tepat pukul 10.00 mereka tiba di kecamatan dan masih menunggu pak camat Rusman yang masih memimpin rapat.

Setelah rapat selesai warga desa Tanjungrejo di persilahkan untuk masuk dan dipersilahkan untuk menyampaikan maksud dan tujuannya.
Camat Margoyoso saat menerima warga desa tanjungre

Salah satu perwakilan warga yang Yang tidak mau disebutkan namanya langsung saja menyampaikan maksud dan tujuannya kepada bapak camat selaku yang di tuakan di kecamatan, intinya warga menyampaikan surat mosi kepada pak camat yang isinya tidak percaya dengan perangkat desanya waji sh sebagai kaur keuangan desa tanjungrejo dan warga memohon kepada pak camat untuk berkordinasi sama bapak bupati H.

Haryanto dan kepaladesa Tanjungrejo supaya waji Sh di berhentikan dari jabatannya sebagai kaur keuangan desa yang di nilai masyarakat sudah tidak melayani melindungi dan mengayomi itu bisa di buktikan dengan tidak di tanggapi ya permintaan salah satu  warga desa Tanjungrejo terkait lpj. Selain itu Saodara Waji Pada Hari Minggu TGL 17 Februari 2019 Tidur Di PKD Malam Hari Bersama Ibu Hartini Bidan Desa Tanjungrejo Yang Masih Istri sahnya Suharno Secara Hukum. Ketika Mereka Berdua Di Mintai Keterangan Mengatakan Bahwa Sudah Nikah Siri Sudah Ijin Pak RT  Kpl Desa Dan pak camat.

Warga desa Tanjungrejo berharap kepada pak camat Rusman untuk lebih netral karena semuanya baik warga dan pemerintah desa adalah sama jadi  binaanya bukan hanya pemerintah desa saja yang jadi binaannya. Kami warga desa Tanjungrejo menyadari bahwa persoalan persoalan yang muncul di tahun 2019 itu adalah persoalan lama sehingga  pak camat yang baru masih harus melakukan kajian dulu.suwegnyo mengatakan kepada pak camat pemerintah desa Tanjungrejo tidak usah di emban yang artinya ketika ada kesalahan harus di Tegur Di Kasih Peringatan Secara Tertulis Supaya Warga Bisa Melihat Langsung Surta Tegurannya.

Warga menyimpulkan semua pengakuan waji Sh terkait menempati pkd bersama ibu Hartini selaku bidan desa tanjungrejo sudah ijin ketua RT  kepala desa dan pak camat yang dulu itu adalah suatu yang kurang pas, seharusnya RT kepaladesa pak camat harus jeli dalam memberikan izin Biyar Nantinya di kemudian Hari Tidak Timbul Permasalahan Seperti yang Terjadi Saat ini.

Salah Satu warga Desa Tanjungrejo Terkait Pemberian ijin Tersebut Menduga Adanya Kong kalikong Dan Pembiyaran.(Fz)

Minggu, 24 Februari 2019

Polemik Desa Tanjungrejo, Warga Sangat Geram

Natapatinews. Pati - Audensi terkait polemik yang ada di desa Tanjungrejo kecamatan Margoyoso kabupaten Pati, warga menuntut transparansi laporan SPj terkait pembangunan yang menggunakan aliran Dana Desa selama kepemimpinan Kades Haryasit beberapa waktu periode tahun 2015 - 2018.

Kades Haryasit dan Waji saat diklarifikasi oleh warga.

Warga dan masyarakat sudah sangat geram dengan kepimpinan Kades Haryasit juga perangkat desa terutama Waji sebagai Kaur Keuangan yang tidak pernah transparan tentang laporan keuangan Dana Desa selama ini, Sabtu tgl (05/12/18).

Beberapa perwakilan warga dalam hal ini Fauzi sebagai salah satu tokoh pemuda dan masyarakat mengungkapkan keprihatinan atas perilaku yang menyimpang dari permasalahan pembangunan desa yang bersumber dari Dana Desa.

Disinilah mulai muncul polemik yang mendasari warga dan tokoh pemuda dan masyarakat menuntut haknya, akibat dari banyaknya pembangunan yang ada sangat tidak layak dan tidak sesuai dari apa yang diharapkan, bahkan yang ada adalah mark up hingga tidak sesuai RAB yang ada selama ini.

Waji sebagai perangkat desa yang seharusnya melayani kepentingan masyarakat setiap dikonfirmasi tidak pernah ada dikantor Balai Desa, bahkan setiap dihubungi melalui via telepon selalu mengatakan sibuk dengan pekerjaan lain yaitu sebagai pemilik koperasi simpan pinjam KSP Makmur Mandiri Sejahtera.

Joko salah satu pegawai koperasi yang membawa nasabah empat orang menuntut juga pertanggungjawaban perangkat tersebut kepada Waji selaku pendiri dan pemilik koperasi KSP MMS bahkan ribuan nasabah terbengkalai macet tidak bisa di ambil dana tabungannya karena koperasi dinyatakan kolaps.

Mbah Suminah salah seorang nasabah warga desa Ngemplak Kidul yang mengikuti arisan atau program tabungan yang setiap bulannya mencapai 400rb hingga kini terkumpul mencapai 8juta sampai hari ini tidak pernah bisa diambil atau dicairkan karena tutup koperasinya.

Waji selaku pimpinan koperasi dan perangkat desa dalam hal ini dituntut oleh masyarakat dan nasabah untuk jujur dan mengembalikan dana nasabah terutama nasabah yang sudah mengikuti program tabungan dan deposito.

Akhir dari audiens Mr. Fauzi sebagai tokoh pemuda dan masyarakat meminta pertanggungjawaban Kades dan jajarannya untuk lebih transparan terkait pelaksanaan pembangunan yang menggunakan Dana Desa selama ini sesuai pagu yang ada, terkait RAB dan LPj.

Pembangunan seperti gorong gorong menghabiskan anggaran 25juta dengan lebar 1m dan panjang 4,5m, juga pagar puskesmas menghabiskan dana sebesar 43,5 juta panjang 10m, masyarakat menilai tidak masuk akal dengan anggaran sebesar itu yang ternyata tidak sesuai dengan RAB yang ada.

Salah satu tokoh masyarakat mas Ahmad Sumani mengatakan warga sudah sangat prihatin dengan kondisi desa Tanjungrejo, sebab dari perilaku dari para pelaksana pemerintahan Desa sangat merugikan dari segi pembangunan yang ada hingga hari ini.

Adapun saudara Waji setelah diklarifikasi mengatakan bahwa nasabah koperasi sudah terbayarkan hampir 1,4 M dan sisa tinggal 300 juta, sedangkan untuk absensi kantor bisa dicek langsung dikantor balai desa untuk kehadirannya, bahkan pelayanan hampir 24 jam siap membantu atau melayani jika ada masyarakat yang membutuhkan.

Dan audiens pada hari ini, Kades akan menindaklanjuti apa yang disampaikan oleh Mr. Fauzi salah satu tokoh pemuda untuk lebih meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat juga akan lebih transparansi terkait LPj pembangunan Dana Desa selama ini melalui surat tembusan kepada pemerintah Desa Tanjungrejo. (Mohadi)

Aswathama Ksatria Sejati Pilih Tanding dari Kurawa

Natapatinews. Sejarah - Aswathama ksatria terakhir Kurawa yang dikutuk hidup abadi, Aswahtama(Sansekerta: अश्वत्थामा, Aśvatthāmā) atau Ashwatthaman (Sansekerta: अश्वत्थामन्, Aśvatthāman) adalah anak satu-satunya dari guru Drona dan Krepi yang sangat disayanginya.

Aswathama sang ksatria sejati dari kurawa.

Di kisahkan Aswatama merupakan perwujudan salah satu dari delapan Dewa Rudra dan juga merupakan salah satu dari tujuh Ciranjiwin (mahluk yang abadi) yang dikutuk untuk hidup selamanya tanpa rasa cinta setelah melakukan pembunuhan terhadap lima putra Pandawa dan mencoba membunuh janin yang dikandung Utari istri abimanyu.

Sebelum terlahir ke dunia, sang ayah yaitu Resi Drona telah melalui berbagai usaha yang cukup berat untuk mengabdi kepada Dewa Siwa dengan tujuan agar diberkati seorang anak lelaki yang memiliki keberanian seperti Mahadewa. 

Aswatama pun lahir dengan membawa permata di dahinya. 

Permata itu memberinya kekuasaan atas semua mahluk hidup yang lebih rendah dari manusia. Permata itu juga yang melindunginya dari serangan mahluk halus, jin, raksasa, serangga beracun, binatang buas, dan sebagainya.

Drona sangat mencintai anak tunggalnya itu, bahkan ketika mendengar desas-desus kemaitan anaknya dalam perang kurukshetra Resi Drona menjadi tidak memiliki semangat lagi untuk hidup yang membuatnya gugur di tangan Pangeran Drestadyumn. 

Padahal kabar yang ia dengar adalah kabar mengenai kematian seekor gajah yang bernama Hestitama bukan Aswatama.

Setelah perang besar di Kurukshetra, Aswatama diyakini sebagai satu-satunya musuh Pandawa yang masih hidup. Aswatama memang bukan orang sembarangan ia adalah Brahmana Ksatria sebagaimana Bisma, Drona, Krepa, Karna, dan Arjuna.

Ia adalah seorang ahli ilmu perang yang terpandang sebagai salah satu ksatria ulung pada masanya. 

Aswatama pun menyandang gelar maharathi, serta merupakan salah satu jenderal andalan para Kurawa dalam perang Bharatayuddha.

Setelah perang berakhir dengan kekalahan Kurawa, Aswatama berjanji kepada Duryodana bahwa ia akan membunuh para Pandawa untuknya. 

Dengan liciknya ia menyelinap secara diam-diam ke dalam perkemahan Pandawa pada tengah malam, dan ketika melihat lima orang yang tertidur pulas di kemah para Pandawa ia pun segera membunuhnya dengan membabi buta. 

Ia tidak tahu bahwa orang-orang yang ia bunuh itu bukamlah para Pandawa, melainkan kelima orang putra Pandawa dari Drupadi (Pancawala). 

Selain berhasil membunuh lima anaknya itu, Aswatama juga berhasil membunuh Drestadyumna, Srikandi, Utamauja, dan para pimpinan pasukan yang masih hidup.

Pandawa yang mengetahui hal itu menjadi sangat murka dan segera memburu Aswatama sampai akhirnya terjadi pertarungan dengan Arjuna. 

Dalam pertarungan tersebut Aswatama memanggil senjata Brahmastra yang dulu pernah ingin ia tukar dengan senjata cakra milik Kresna namun tidak berhasil.

Dengan Brahmastra ia mencoba menyerang Arjuna, dan Arjuna pun membalasnya dengan menggunakan senjata yang sama. 

Kresna yang mengetahui hal tersebut segera datang untuk menengahi keduanya, ia merasa Khawatir akan dampak yang timbul jika kedua senjata pamungkas itu beradu, itu artinya kehancuran bagi dunia!.
brahmastra.

Ia menyuruh mereka berdua untuk memanggil senjatanya kembali. Arjuna berhasil memanggil Brahmastranya akan tetapi Aswatama tampaknya tidak mempunyai pengetahuan bagaimana memanggil senjatanya itu kembali sehingga pilihannya adalah menggunakan senjatanya itu. 

Aswatama yang masih dendam dengan Pandawa akhirnya berkata bahwa ia akan menghancurkan keturunan terakhir Pandawa, dan senjata itu pun melesat menuju rahim para wanita dalam keluarga Pandawa, salah satunya adalah Utari istri Abimanyu yang tengah mengandung.

Akibat senjata itu janin yang dikandung Utari meninggal karena terbakar di dalam perutnya. 

Namun Kresna berhasil menghidupkannya kembali. Karena perbuatannya itu Kresna kemudian mengutuk Aswatama aswatama dengan penderitaan yang harus dijalaninya seumur hidupnya.

Karena kutukan tersebut Aswatama menderita Kusta, dan seketika itu pula permata yang ada di dahinya lepas dan membuat tubuh Aswatama mengeluarkan bau yang sangat busuk dari setiap pori-porinya, dengan kondisi tersebut ia akan merasakan hinaan, dan cercaan dari manusia yang melihatnya sampai akhir zaman Kaliyuga.

☆°○ Yang jadi pertanyaan,kemanakah aswatama pergi stelah di kutuk oleh sri krisna?

Aswatama tersadar dari perbuatan khilafnya, Aswatama menyerahkan batu permata berharga (Manik) yang terletak di dahinya kepada Sri Krisna, yaitu permata yang membuatnya tidak takut terhadap segala senjata, penyakit, atau rasa lapar, dan membuatnya tak takut terhadap para Dewa, Danawa, dan Naga. 

Aswatama mohon supaya tidak dikutuk oleh Sri Krisna, tetapi Sri Krisna mengatakan bahwa itu bukan kutukan melainkan buah karma atas apa yang telah dilakukan selama hidupnya.  

Atas perlindungan dan jaminan Bhagawan Abiyoso, Aswatama diampuni. 

Aswatama kemudian melakukan penebusan dosa mengembara kearah barat ditanah padang nan tandus di gurun pasir disemenanjung Arvasthan dan hidup selama 1000 tahun sebagai pertapa yang mengembara.

Aswatama bukan brahmana lagi, meskipun beliau keturunan Brahmana atau berasal dari Brahmana. 

Aswatama anak Brahmana Bhagawan Dronacarya, selama hidupnya sampai perang Bharatayudha berakhir memilih hidup sebagai Ksatriya membela pihak Kurawa dalam perang di Kuruksetra tahun 3138 SM. 

Setelah tersadar dari kekhilafan, atas jaminan dan bimbingan Maharesi Wiyasa, kemudian melakukan penebusan dosa, pergi dari Hastina pura menuju kerah barat. 

Ditempatnya yang baru Aswatama menjalani hidup sebagai seorang pertapa mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha pengasih lagi maha Pengampun.

Aswatama mengasingkan diri di suatu tempat yang masih asing. 

Penduduk setempat menyebut Aswatama sebagai orang KAURA/KURU/KORA. 

Kata WA dalam bahasa sansekerta berarti keturunan, seperti Pandawa, artinya keturunan Pandu dan Kaurawa berari keturunan Kuru/Kaura. 

Bahasa yang dipakai oleh Aswatama bahasa-nya orang Kuru/Kaura/Kora/KAURAN, yang oleh penduduk setempat disebut bahasa dari seberang atau bahasa asing ( HEBREW). Aswatama bagi orang setempat disebut orang Asing (=muhajirin).

Di tempat pengasingannya Aswatama kembali menjalani hidup sebagai seorang Brahmana. dan  mendirikan Kuil pemujaan didaerah yang sangat kering, tandus dan panas, Daerah itu Ibaratnya seperti Padang Pagangsaran di lintasan Sorga dan Neraka di kadewatan sana. 

Di tempatnya yang baru Aswatama  mengasingkan diri melakukan penebusan dosa,  dia bisa  hidup tenteram beranak pianak di sana. Meskipun diawal-awal pengasingan dirinya berbagai macam cobaan dihadapi-nya dengan tabah. (Efendi)

Gelar Perkara Sengketa Tanah, Kades Desa Tanjungrejo Tidak Hadir

Natapatinews. Pati - Kasus sengketa tanah di Dukuh Tegalombo Desa Tanjungrejo kecamatan Margoyoso kab. Pati, bergulir ke ranah hukum, pelapor Suwignyo (52) melaporkan Kadese Haryasit serta iparnya Nurhadi ke Polda Jawa Tengah, (24/02/19).

Suwiqnyo bin Partoadi. (Pelapor)

Disinyalir ada pemalsuan data atau dokumen oleh kepala desa saat pelapor Suwignyo (52) pada tahun 2012 mengajukan sertifikat kepada pemerintah Desa' dengan alasan harus ada tunjuk waris," ujar Suwignyo.

Sengketa tanah bermula saat sang ipar Nurhadi alias Midi mengajukan permohonan sertifikat kepada Kepala Desa' atau pemerintah Desa' Tanjungrejo pada tahun 2017 namun tidak ada saksi ahli waris namun muncul atau terbit sertifikat atas nama Nurhadi pada tahun 2018.

Tanah warisan dari keluarga sang Ibu mertua Kamini yang seharusnya dibagikan kepada ahli waris putra putrinya berjumlah 8 orang namun disabotase secara sepihak oleh Midi atau Nurhadi (cucu) nya.

Tanah pemukiman seluas 3410 meter persegi atas izin anak Kamini ditempati selama 23 tahun dan tidak ada ahli waris yang keberatan Suwignyo dan keluarga tinggal di tempat tersebut.

Hal itulah yang kami inginkan sebuah keadilan, bukan hanya mengenai mengurus tanah yang kami tempati, tetapi juga dengan adanya manipulasi data tersebut dan saya punya bukti buktinya," terang Suwignyo.

Dan saat gelar perkara oleh Polda Jawa Tengah, pelapor Suwignyo pada tanggal 27 November 2018, Midi alias Nurhadi dan Kepala Desa Haryasit tidak bisa hadir dikarenakan sakit.

Timbulnya permasalahan ini karena tidak akibat kebijakan kepala Desa' Tanjungrejo Haryasit secara sepihak tidak mengikuti aturan tentang pembagian hak ahli waris dan terjadinya manipulasi data C,919 Persil 10 atas nama Kamini bin Abdul Razak. (Mohadi)

Kisah Cinta Waji Perangkat Desa Tanjungrejo Berakhir Tragis

Natapatinews. Pati - Kisah cinta seorang petualang sejati Waji berakhir tragis, dengan penggrebekan oleh pemuda dan warga desa Tanjungrejo kecamatan Margoyoso Kab. Pati pada dini hari tepat pada pukul 02.30 WIB di Poliklinik Kesehatan Desa'.

Dua sejoli yang dimabuk asmara akhirnya digerebek oleh warga setempat.

Seharusnya Waji, SH sebagai perangkat desa bisa memberi contoh perilaku suritauladan yang baik kepada masyarakat setempat baik sebagai figur (seorang kepala keluarga) maupun sebagai abdi negara yang menjabat sebagai Kaur Keuangan Desa' Tanjungrejo, Minggu tgl (17/02/19).

Saat kejadian berlangsung Waji, SH saat itu menginap di rumah dinas sang bidan ibu Hartini yang menjalani profesi sebagai bidan desa selama hampir tujuh tahun lebih di desa tersebut dan hampir selama dua tahun, yang katanya sudah minta ijin secara lisan kepada kepala desa Haryasit untuk tinggal di PKD tersebut.

Kedua sejoli ini menjalani hubungan gelap Waji dengan sang bidan bagaikan muda mudi yang dirundung asmara, berasik masyuk dalam gairah yang membara saling pagut, saling lumat melepaskan puncak kenikmatan sesaat.

Menurut mas Muhadi kronologi penggrebekan dilakukan oleh bapak RT Supomo bersama warga setempat dan pemuda yang sudah sangat geram dengan perilaku kedua sejoli selama ini.

Dan penggrebekan di dampingi oleh pihak Polsek Margoyoso Aiptu Wahyu agar tidak ada kejadian yang anarkis oleh pemuda dan warga setempat.

Yang akhirnya Waji, SH dibawa ke Balai Desa Tanjungrejo untuk dimintai klarifikasi dan keterangan oleh warga maupun pemuda yang menyatakan bahwa selama ini kedua sejoli sudah menikah siri, bahkan kedua sejoli ini masing masing sudah berkeluarga dan memiliki anak yang sah dari pihak Waji, SH sendiri maupun dari ibu Hartini.

Saat dimintai keterangan oleh Muhadi tokoh pemuda bahwa status nikah siri sudah berlangsung hampir satu tahun namun Waji tidak bisa membuktikan kebenaran nikah siri tersebut.

Ibu Hartini saat dimintai klarifikasi oleh awak media hanya menjawab non coment, karena sudah diserahkan kepada Waji, SH apapun jawabannya agar tidak menimbulkan dampak negatif di mata masyarakat.

Suami ibu Hartini, Suharno yang berprofesi sebagai sopir truk hanya menyatakan sikap tidak tahu menahu dan hanya minta foto mereka berdua, karena beliau saat ini sedang ada kerjaan di luar kota.

Mediasi berlangsung sangat alot mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.22 WIB berlangsung dengan kondusif tidak ada tindakan anarkistis, dan Waji, SH menyatakan dengan surat pernyataan ini bahwa tidak akan tinggal di rumah dinas PKD atau Poliklinik Kesehatan Desa selama belum menikah secara resmi dengan Hartini sang bidan pujaan hatinya.

Surat pernyataan tersebut dibacakan oleh Kades Tanjungrejo Haryasit dihadapan warga dan masyarakat setempat.

Dan bila saya melanggar pernyataan ini sanggup diberi sanksi atau di proses secara hukum.

Demikian pernyataan yang dibuat oleh Waji, SH di depan para pemuda dan masyarakat Desa' Tanjungrejo kecamatan Margoyoso kabupaten Pati.

Masyarakat desa Tanjungrejo mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Polsek Margoyoso yang telah melindungi, mengayomi dan melayani sampai permasalahan ini selesai dengan kondusif tidak ada timbul tindakan anarkistis. (Heri)

Reuni Akbar Lintas Yudha " KAMENWA" 907 UNTAG SEMARANG

Natapatinews. Semarang - Keluarga besar alumni Resimen Mahasiswa 907 UNTAG Semarang yaitu dikimondoi oleh sang Ketum  H. Harsoyo juga menjabat sebagai PR III mengadakan Musker/Rakor atau konsolidasi organisasi dengan tema "Menggalang Soliditas Menjaga NKRI" sebagai konsolidasi lintas Yudha saat ini, Kamis tgl (24/02/19).

Batalyon 907 UNTAG SEMARANG.

Adapun acara tersebut akan dilangsungkan di Villa Vanaprastha Gedong Songo Bandungan, dengan Dansatgas Seno Susanto ST beserta semua divisi yang sudah masuk dalam kepanitiaan.

Mengenang kebesaran Batalyon 907 yang sudah berdiri awal tahun 1963 yang sudah berkiprah sejak lama, bahkan jejak rekam YON 907 saat sebagai Satgas Timor Timor maupun sebagai Satgas Pasukan Pengamanan PBB menjadi track record bahwa Resimen Mahasiswa cukup mumpuni dalam pendidikan yang termaktub dalam UU Bela Negara sebagai CadNas sesuai dengan UUD'45 pasal 30 ayat 1.

Kolaborasi sesama anggota alumni inilah yang membuat dasar diadakannya "Reuni Lintas Yudha" yang tergabung dalam Satgas Soliditas Menjaga NKRI.

Pasukan khusus berani mati ini tidak pernah kendor dalam semangat membela Negara dalam sendi sendi bermasyarakat, berbangsa dan Bernegara mencakup dalam semua aspek bidang pendidikan, hukum, ekonomi maupun kelola tata pemerintahan.

Adapun semangat itu masih terngiang dalam sebuah lagu mars kebesaran 907 ;

Tinggalkan Ayah Ibu, tinggalkan ayah tinggalkan ibu, ijinkan kami pergi berjuang, di bawah kibaran sang merah putih, majulah ayo maju menyerbu...SERBU...tidak kembali pulang...

Sebelum kita yang menang..PASTI MENANG, walau mayat terdampar di medan perang, untuk bangsa kami kan berjuang, maju ayo maju ayo terus maju, singkirkanlah dia..dia..dia.

Kikis habislah mereka musuh negara
Wahai kawanku resimen mahasiswa
Dimana engkau berada, teruskan perjuangan para pahlawan, demi bangsa kami kan berjuang.

Semangat Menwa di dalam pertempuran tidak pernah masuk koran, Mati dalam perang suatu kebanggaan, Komando baret ungu pasukan berani mati, Majulah ayo terus maju, Sampai titik darah penghabisan.

Suatu kebanggaan tersendiri bahwasanya seluruh anggota keluarga besar KAMENWA 907 UNTAG Semarang bisa hadir mewarnai reuni lintas Yudha ini, berharap berkumpul maupun mengenang kembali masa yang sudah lampau terlewati itu.

Gedong Songo Villa Vanaprasta Bandungan.

Kehadiran seluruh para Alumni 907 akan menjadi sebuah momentum dari sebuah sejarah besar yang akan dicatat oleh sejarawan bahwa eksistensi dan keberadaan "KAMENWA" 907 memberikan sumbangsih yang cukup besar kepada Bangsa dan Negara Republik Indonesia. (Heri)

Jumat, 22 Februari 2019

Istighosah di MTs Negri 03 Pati Berlangsung Khidmat

Natapatinews - Pati ada 3 MTs Negeri  di pati saat ini salah satunya adalah MTs Negeri Margoyoso Atau dikenal MTs Negeri 02 yang menaungi lebih dari 40 madrasah tingkat menengah mengadakan kegiatan Istighosah  Dalam rangka persiapanUNBK Dan PPDB Siang tadi Sabtu 23 February 2019 Di Aula MTSN 02 patiPati bersama  komite,  segenap jajarannya wali murid Semua Siswa Siswi dll Yang di Imami oleh K.H. 
Foto istighosah di mts n 02 pati

Sutoyo Ismail, K.H Rifa'i, S.Pd.I dan Ustadz yang lain berlangsung sangat hikmat dan meresap di relung hati menyirami rohani para hadirin sehingga siswa siswi merasa lebih tentram setelah acara selesai. Di sela sela acara tersebut dihibur juga group rebana dari siswa siswi MTs N 02. 

Acara tersebut sangat mendukung Mental Dan moral siswa siswi Mts N 02 pati Menjadi lebih Baik dan Menjadikan rohaninya yang lebih baik Sehingga Dalam menghadapai UNBK nanti  Tdaka Ada Kendala Yang Tidak Di Inginkan.

 hal tersebut bisa menjadi contoh bagi sekolah atau madrasah lainnya yang tujuannya menjadikan generasi yang berkarakter Islami Dan Bisa Menjadi  suri tauladan yang baik.

Dalam Kegiatan  tersebut Keluarga Mtsn 02  Pati Juga Berharap Di Tahun Ajaran 2019/2020 Mendapat Siswa Siswi Sesuai Rombel Yang Sudah Di Tentukan. (F_Ndy)


Senin, 18 Februari 2019

Tokoh Desa Tanjungrejo Mendatangi Dinas Kesehatan Kabupaten Pati


Natapatinews - Pati Senin 18 Febuari 2019 Muhadi alias galombo Salah satu warga desa Tanjungrejo  kecamatan Margoyoso kabupaten Pati mendatangi kantor dinas kesehatan kabupaten Pati yang bertemu langsung dengan kasi umum dinas kesehatan kabupaten Pati.
Muhadi warga desa Tanjungrejo di dinas kesehatan kabupaten pati

Muhadi mendatangi dinas dengan tujuan mengantar surat yang isinya warga desa Tanjungrejo meminta supaya bidan desa Tanjungrejo untuk di pindah tugaskan di desa lain pasalnya menurut Muhadi saat bidan desa di mintai keterangan pada kejadian Minggu 17/2/2019 katanya sudah menikah siri dengan waji SH kaur keuangan desa tanjungrejo padahal kalo menurut Muhadi nikah siri itu harus sudah menjanda.
Tetapi bidan desa Tanjungrejo  menurut suaminya itu masih istri sahnya.
Atas dasar itulah Muhadi menduga kalo mereka sudah melanggar hukum dan prilaku mereka di nilai sudah tidak bisa menjadi contoh warga desa Tanjungrejo dan atas dasar itulah Muhadi mau melangkah menyampaikan surat dari salah satu warga desa Tanjungrejo ke dinas kesehatan kabupaten pati.
Muhadi dengan adanya prilaku bidan desa yang menyimpang berharap kepada dinas kesehatan kabupaten Pati untuk menindak lanjuti surat dari warga yang sudah di sampaikan dan Muhadi dengan nada santai meng apresiasi kepada petugas kesehatan yang ramah dalam pelayanan.(natapatinews team)

Sabtu, 16 Februari 2019

Kegiatan Tsyakuran Hari Pers Nasional 2019 Digalar Di Pusat Kuliner Pati

Tasyakuran Hari Pers Nasional (HPN) 2019 digelar di tempat spesial di Pati,
yakni Pusat Kuliner Pati, tepatnya di belakang Gedung Olah Raga (GOR) pati Pesantenan turut Desa Puri, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Sabtu tgl (16/02/19)
Kegiatan hari pers ini dihadiri oleh Bupati Pati Haryanto, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Sekda Pati Suharyono, Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto SIK, Dandim Pati Letkol Arm Arief Darmawan S.Sos, segenap OPD Kabupaten Pati, serta Wartawan Pati.
Ketua Forum Wartawan Pati (FWP) Alman Eko Darmo yang juga ketua panitia kegiatan mengucapkan terimakasih atas kehadiran Forkopimda dan jajaran OPD Kabupaten Pati.
Foto Anggota Fwp Dan Forkopimda

Dalam memperingati Hari Pers Nasional HPN juga mengadakan hiburan OM Mahabarata dan ketoprak Laras Budoyo “dalam wadah perkumpulan Forum Wartawan Pati (FWP) ini harapannya, pers di Kabupaten Pati dapat membangun menguatkan ekonomi kerakyatan berbasis digital.
Dalam sambutannya, Bupati Haryanto mengapresiasi kegiatan di tempat baru tersebut. Pihaknya berharap, wartawan atau jurnalis di Pati untuk memerangi tersebarnya hoax yang marak di media sosial," ujarnya.
Tidak terlepas itu FWP sebagai forum wartawan Pati menjadi komunitas awak media yang tergabung dalam para jurnalis online maupun mingguan yang sekretariatnya ada di TPA Sukoharjo Pati. ($.fauzi)

Rabu, 13 Februari 2019

Penyerahan 1.106 Bidang Sertifikat Prigram Ptsl Di Halaman SD Negeri 1 Bumirejo Kecamatan Margorejo.

Natapatinews - Pati Wakil Bupati Saiful Arifin (Safin), hari ini menyerahkan 1.106 bidang  sertifikat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2018 di halaman SD Negeri 1 Bumirejo Kecamatan Margorejo.
Foto bersama saat penyerahan sertifikat program ptsl

Kegiatan itu selain diikuti oleh para penerima sertifikat yang berasal dari desa Bumirejo, Ngawen, dan Muktiharjo, juga dihadiri oleh Sekda, Kapolsek, Danramil dan Camat Margorejo.
"Karena sertifikat itu bukti otentik atau bukti sah kepemilikan tanah, maka sertifikat yang telah didapat ini hendaknya dijaga dengan baik", pinta Safin.
Wabup juga berharap apabila digunakan untuk mengajukan pinjaman ke pihak perbankan, sebaiknya untuk usaha produktif.
Ia pun berharap program dari pemerintah pusat ini dapat diteruskan sehingga membawa banyak manfaat termasuk dan memberikan kemudahan usaha.
Sementara itu, Yoyok Anwar Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pati mengatakan Bahwa target program PTSL tahun 2018 sebanyak 45.250 bidang sudah diselesaikan 100% dan sertifikat yang sudah diserahkan kepada masyarakat sebanyak 30.730 bidang.
"Untuk sisanya kami punya target pada akhir bulan Februari ini harus selesai 100% penyerahannya kepada masyarakat", terang Yoyok.
Dalam kesempatan itu, Kepala BPN Pati juga melaporkan perkembangan capaian untuk program PTSL tahun 2019.
"Bahwa penyuluhan kepada masyarakat sudah kami laksanakan di 50 desa dari 55 Desa peserta PTSL tahun 2019", terangnya.
Sedangkan untuk pengukuran bidang tanah, lanjut Yoyok, yang telah dilaksanakan sebanyak 7.195 bidang dari target 65.000 bidang.
"Sedangkan pengumpulan data yuridis sudah dilaksanakan sebanyak 1.774 bidang dari target 50.000 bidang. Mudah-mudahan dengan dukungan dari pemerintah daerah beserta jajarannya serta semangat yang tinggi dari warga masyarakat, program  PTSL tahun 2019 dapat berjalan dengan baik dan lancar sehingga pada bulan September nanti capaiannya bisa 100%", pungkasnya. (fn3 /FN /MK)fz

Bupati pati Haryanto Mengajak Satuan Pengamanan Ikut Menjaga Keamanan di Wilayah Kerjanya.

Natapatinews - pati Menyikapi maraknya teror pembakaran mobil, yang terjadi di kota lain beberapa waktu terakhir,  Bupati Pati Haryanto, hari ini, mengajak Satuan Pengamanan (Satpam) untuk ikut menjaga keamanan di wilayah kerjanya.

Foto Bupati Pati Saat Dan Satpam di Perusahaan Food&Baferage

"Paling tidak Satpam bisa membantu mencegah terjadinya tindak kejahatan. Sebab yang paling disalahkan ketika ada tindak kejahatan adalah bagian security," paparnya di acara Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat Security
yang digelar di Aula salah satu perusahaan food & baverage di Jalan Raya Pati-Juwana tersebut.

Pada kegiatan yang juga dihadiri oleh Kapolres Pati, Perwakilan Dandim, dan Satpam dari perusahaan daerah maupun swasta tersebut, Haryanto berharap agar para security dapat saling menjalin kerjasama yang baik, agar tidak terjadi persoalan.

"Terlebih jelang pelaksanaan pesta demokrasi pada 17 April mendatang", tegasnya.
Berkenaan dengan hal itu, Bupati rupanya telah memberikan surat edaran kepada kecamatan.
"Kami menginstruksikan agar pos Kamling digalakkan kembali. Karena keamanan tidak bisa hanya dibebankan kepada petugas seperti kepolisian atau TNI saja, karena untuk menciptakan kondisi keamanan adalah tugas kita bersama", terang Bupati.

Haryanto mengakui setiap akan ada pesta demokrasi suhu politik cenderung naik. Tetapi ketika sudah selesai, suhunya juga akan turun sendiri.
"Meski demikian, ketika ada kejadian jangan sampai main hakim sendiri. Karena bisa berdampak hukum,"terangnya. (fn2/FN /MK)Fz

Senin, 11 Februari 2019

Bupati Pati Membuat Surat Edaran Kepada Camat Terkait Program PKH


Natapatinews - Pati Sesuai surat Kementerian Sosial, kaitannya Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bupati Pati membuat surat edaran kepada camat untuk berkoordinasi dengan kepala desa (Kades) dan petugas Program Keluarga Harapan (PKH) setempat untuk melakukan musyawarah terkait verifikasi ulang data penerima manfaat bantuan PKH, agar lebih tepat sasaran.
Foto Bupati Pati 

  • "Karena data penerima manfaat BPNT saat ini masih mengacu pada data BPS 2015. Sehingga kemungkinan terjadi perubahan," ungkapnya setelah menghadiri acara penyerahan Program PTSL di Desa Jimbaran Kecamatan Kayen.

Hasil pendataan kali ini, lanjutnya, merupakan keputusan yang diambil bersama oleh tokoh masyarakat, Petugas PKH, BPD, dan perangkat desa guna memutakhirkan data.
Surat edaran tersebut sudah diedarkan Senin (11/02).
Dalam proses pengawasannya, camat mengkoordinir Kades, kemudian Kades yang akan melakukan pendataan di lapangan.
"Data yang terkumpul nantinya dirapatkan lewat musyawarah desa dan diseleksi bersama. Misal saudaranya pendata yang mampu ternyata masih ada dalam daftar penerima manfaat maka tetap harus dihapus agar mendapatkan data yang sesuai di lapangan," ujarnya.
Selain itu, lanjut Bupati, juga akan ada survei ke rumah penerima manfaat yang telah terdata dari hasil musyawarah. Ketika ada laporan yang terdaftar memiliki kriteria yang tidak masuk dalam penerima PKH seperti misalnya memiliki mobil atau lahan yang banyak, maka nama orang tersebut akan dihapus.
"Sedangkan untuk yang dulunya kaya sekarang menjadi miskin, patut diusulkan. Perkembangan ekonomi kan dinamis, jadi yang dulunya memiliki usaha sukses tetapi sekarang gagal kan bisa," urainya.
Dengan adanya beberapa keluhan dari masyarakat, Bupati Haryanto juga menyarankan agar penerima manfaat yang sudah mampu agar memiliki kerelaan untuk menyerahkan bantuan yang diterima kepada orang yang memang membutuhkan. Sebab, bantuan BPNT saat ini tidak bisa dibagi rata. Lantaran penyalurannya lewat rekening bank tidak seperti Rastra.
"Beda dengan raskin yang bisa dibagi rata oleh desa tetapi ketentuannya sesuai KK penerima," tandasnya. (fn2 /FN /MK)fz

Kapolres Aceh Utara Raih Penghargaan LEPRID

Natapatinews - Pati Kapolres Aceh Utara Cetak Rekor Bersama 6500 Masyarakat
Dzikir Caleg dan Masyarakat, Kapolres Aceh Utara Raih Penghargaan LEPRID
Kapolres Aceh Utara Kumpulkan 6000 Masyrakat Untuk Evaluasi Kinerja
Lhoksukon- Pada Hari Minggu, 10 Februari 2019, Pukul 16.00 di Lapangan Mapolres Aceh Utara. Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin, SIK., menggelar Dzikir Akbar Bersama Para CALEG dan Masyarakat Aceh Utara.
Foto Kapolres Aceh Utara Saat Menerima Penghargaan Dari leprid



Acara yang dihadiri sekitar 6500 Masyarakat ini sangat khitmad dan ramai, terlihat antusias yang luar biasa dari masyarakat Kabupaten Aceh Utara. Terlebih acara yang digagas oleh Kapolres Aceh Utara ternyata diisi Evaluasi Kinerja Polres Aceh Utara Secara Terbuka Bersama Masyarakat Terbanyak dan meraih Penghargaan dari Lembaga Prestasi Rekor Indonesia Dunia (LEPRID) dengan Rekor Bersejarah Evaluasi Kinerja Polres Aceh Utara Bersama Masyarakat Terbanyak, sebanyak 6500 Masyarakat.
Menurut Direktur LEPRID, Paulus Pangka, SH., diwakili Senior Manager LEPRID, Zandre Badak dalam sambutannya mengatakan ini adalah bukan saja Rekor di Indonesia melainkan menjadi Rekor Dunia. "Evaluasi Kinerja Polres Aceh Utara dengan Peserta 6500 Masyarakat dalam Catatan Rekor LEPRID belum pernah dilaksanakan Di Dunia sekalipun, bahkan tadi yangvdi Tahanan Polres ikut kidmat Dizkir Bersama dan Evaluasi", tandas Zandre Badak.
Kapolres Aceh Utara mengatakan tujuan dibuatkan acara ini adalah sebagai bahan evaluasi Polres Aceh Utara yang berani membuka diri untuk menerima kritik, saran, dan masukan demi memperbaiki kepercayaan publik terhadap pelayanan kepolisian kepada masyarakat, sehingga kedepannya diharapkan kinerja Polres Aceh Utara bisa lebih baik lagi dan bekerja berorientasi berdasarkan kepentingan masyarakat umum.
Berikut Penerima Rekor LEPRID antara lain adalah :
AKBP Ian Rizkian Milyardin, SIK., Kapolres Aceh Utara
Sebagai Pemrakarsa
Ust. H. Muhammad Thaib, Bupati Aceh Utara (Pemrakarsa)
Masyarakat Kabupaten Aceh Utara diwakili Ketua MPU Aceh Utara, Tgk. H. Abdul Manan (Pemrakarsa)
Kepolisian Resort Aceh Utara diiwakili Wakapolres Aceh Utara, Kompol  Edwin Aldro, SH. (Inisiator)
AKP Iswahyudi, SH. Kabag Ops Polres Aceh Utara (Inisiator)
IPTU Hendra Gunawan Tanjung, SH Kasat Sabhara Polres Aceh Utara (Inisiator)fz

Minggu, 10 Februari 2019

Dalam Rangka Millennial Roada Safety Festifal Mapolres Pati Melaksanakan Kegiatan Touring Dan Bakti Sosial.

Natapatinews - Pati , Minggu tgl 10 Februari 2019 mulai pukul 08.30 Wib dihalaman Mapolres Pati telah dilaksanakan kegiatan Touring dan Bakti Sosial dalam rangka Millennial Road Safety Festifal* yang diselenggarakan Sat lantas Polres Pati.




Foto pelepasan Kegiatan Touring Dan Bakti sosiala 

Hadir dan turut serta dalam kegiatan tersebut sbb :
- Dandim 0718/Pati Letkol Arm ARIEF DARMAWAN, S.Sos;
- Wakapolres Pati Kompol DANU PAMUNGKAS TOTOK, SH., SIK.;
- Kasatlantas AKP CRISTIAN C LOLOWANG, S.I.K., M.H.;
- para Pa Satlantas Polres Pati;
- anggota Satlantas Polres Pati;
- anggota Kodim 0718/Pati;
- peserta Touring dari komunitas motor dan mobil se-Kab. Pati -+ 350 peserta.
Dalam kesempatan tersebut Wakapolres Pati Kompol DANU PAMUNGKAS TOTOK, SH., SIK. menyampaikan sambutan intinya sbb :
   mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta, baik dari Kodim Pati maupun komunitas motor dan mobil yang telah ikut serta dalam giat Touring dan Bakti Sosial dalam rangka Millennial Road Safety Festifal;
menyampaikan pesan dari Bapak Kapolres Pati dalam pelaksanaan giat ini seluruh peserta agar memperhatikan keselamatan diri dan tidak menganggu pengguna jalan lainnya;
mempersilahkan kepada seluruh peserta untuk melanjutkan giat Touring.
Setelah sambutan dari Bapak Wakapolres Pati giat dilanjutkan dengan pelepasan secara simbolis peserta touring dengan ditandai pengibaran bendera start oleh Wakapolres Pati dan Dandim Pati.
Kemudian seluruh peserta touring  Millennial Road Safety Festifal meninggalkan area Start Mapolres Pati.
Pelaksanaan berjalan aman tertib dan lancar.
  Bahwa Rute touring yaitu Start dari Mapolres Pati - Jl. Pati Juwana -  Jl. Depan Polsek & Koramil Juwana - Ps.Juwana jalur bawah - Ponpes Raudhatul Ulum Guyangan (Baksos) - Tugu Wedarijaksa - Bapoh - Tlogowungu - Waduk Gunung Rowo - Finish Mapolres Pati.
Dalam giat tersebut juga juga diadakan bakti sosial di Ponpes Raudhatul Ulum Guyangan dengan membagi sembako.
Tujuan giat tersebut yaitu mewujudkan millenial cinta lalu lintas menuju Indonesia gemilang.
Pendim.

Sabtu, 09 Februari 2019

Pelantikan Dirwktor Utama Dan Direktur Teknik PDAM Tirta Bening Kabupaten Pati

Pelantikan Sumpah dan Jabatan Direktur Utama periode 2017 - 2021 dan Direktur Teknik periode 2019 - 2024 PDAM Tirta Bening Kabupaten Pati, dilaksanakan Sabtu (9/2).

Dalam pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, Direktur Utama PDAM Tirta Bening yakni diemban oleh Bambang Sumatri sedangkan Direktur Teknik PDAM diemban oleh I Gede Swardhana.
Bupati Pati Haryanto yang juga hadir dalam kegiatan tersebut, berharap usai pelantikan ini, direktur yang baru dapat melaksanakan tugasnya dengan penuh kesungguhan hati, untuk mempertahankan eksistensi PDAM ke arah yang lebih baik lagi. Sebab, sebagai perusahaan daerah, keberadaan PDAM Tirta Bening mempunyai peran ganda di satu sisi sebagai institusi yang berorientasi sosial untuk memberikan pelayanan publik.
"Oleh karena itu, kami minta kepada pejabat yang dilantik, yakni Pak Bambang dan Pak I Gede, agar melakukan pembenahan baik internal maupun eksternal, demi peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan PDAM Tirta Bening kepada masyarakat," jelas Bupati.






Foto Bupati saat menadatangani sk


Lebih lanjut Bupati mengatakan, secara internal langkah awal yang harus dilakukan adalah konsolidasi organisasi PDAM Tirta Bening dan menciptakan komunikasi dan harmonisasi dengan semua jajaran pegawai yang ada.

"Kepada Pak Bambang dan Pak I Gede, selaku direktur umum dan direktur teknik, agar bisa mempercepat kemajuan kuantitas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, PDAM Tirta Bening juga masih ada PR, yakni membuat air kemasan sendiri dengan nama maupun label sendiri, dan nama Tirta Bening pun sebenarnya juga sudah bagus", himbau Bupati.

Pada kesempatan sebelumnya, Bupati memang menyampaikan bahwa alangkah bagusnya apabila PDAM Tirta Bening mampu berinovasi tidak hanya dalam pendistribusian air bersih kepada masyarakat, namun juga dapat berinovasi menciptakan air yang dapat dikonsumsi masyarakat sesuai standar kesehatan.

"Air ini adalah sumber kehidupan, apabila airnya lebih - lebih, pasti akan menjadikan kemakmuran bagi masyarakat", pungkasnya.

Usai acara pelantikan, Bupati Pati, Wakil Bupati, Sekda Pati bersama dengan jajaran direksi PDAM Tirta Bening, meninjau lokasi yang menjadi Water Treatment Plant (WTP), atau instalasi pengolahan air limbah yang dimiliki PDAM Tirta Bening. (po1/PO/MK/Fz)

Tsyakuran Di Lokasi TPK Perhutani Pati Yang Nantinya Akan Menjadi Tempat Baru Pedagang Kaki Lima Simpang Lima Pati.

Natapatinews - Pati Suasana di TPK Perhutani Pati, Jumat malam (8/2) terasa berbeda. Pasalnya, di tempat ini, dilaksanakan tasyakuran lokasi yang nantinya akan menjadi tempat baru bagi para pedagang kaki lima (PKL) Simpang Lima Pati.



Foto Bupati Pati Saat Tasyakuran Di Lokasi Pkl Yang Baru

Untuk melaksanakan tasyakuran di malam 
Sabtu kliwon ini, memang tidak langsung spontan, namun juga atas dasar segala pertimbangan yang ada. Selain tasyakuran untuk tempat yang baru, Bupati Pati Haryanto juga menyampaikan bahwa tasyakuran ini mendoakan agar kedepan para PKL selalu mendapat keselamatan dari awal hingga akhir, dagangan laris serta rezeki yang lancar.

"Juga tak lupa agar selalu diberkahi Allah SWT. Di acara ini, selain mengawali perpindahan, bagi PKL yang mau langsung menempati lokasi ini pun juga diperbolehkan, monggo," ungkapnya saat dikonfirmasi.

Bupati menegaskan bagi PKL yang ingin langsung pindah, dipersilahkan saja. Namun, apabila mengikuti himbauan Pemkab, maka menunggu terlebih dahulu hingga SPK (Surat Perjanjian Kerja) terkait renovasi Alun - alun keluar. Sebab, saat ini masih menunggu pihak yang memenangkan lelang dalam pembenahan Alun - alun.

"Ketika SPK sudah keluar, kemudian kita siapkan untuk pemagaran dan persiapan perpindahan. Namun, tidak usah khawatir, sebab satu minggu sebelum perpindahan, akan kita beri himbauan terlebih dahulu.

Jika semuanya lancar, perkiraan akan pindah awal bulan Maret," imbuhnya.
Haryanto mengungkapkan bahwa terlaksananya tasyakuran, manaqib, bubur merah, serta ada kuluban, memang mengandung makna dan filosofi tersendiri, yaitu agar semua dagangan para pedagang laris manis. Sehingga, Bupati ingin agar rumor negatif terkait perpindahan agar diabaikan. Sebab, Bupati bertujuan saat Alun - alun dibenahi, PKL pun tetap harus jalan.

"Kalau terkait kurang sempurnanya lokasi ini, memang saya akui. Namun, bukan berarti kita diamkan, melainkan selalu kita benahi, selalu kita tambah fasilitas yang kurang seperti penerangan, parkir, mushola, akses masuk dan keluar, toilet, hiburan maupun lainnya seiring berjalannya usaha," jelas Bupati.

Bupati berharap bahwa para PKL tidak perlu risau atas perpindahan ini.

Sebab Gedoeng Djoeang dan Plaza Pragolo, awalnya mendapat tanggapan negatif, saat ini ternyata menjadi lokasi yang laris manis.

Ke depan tempat relokasi ini bukan lagi disebut tempat PKL, namun lokasi Wisata Kuliner.

Dalam kesempatan itu salah satu pedagang kaki lima asal Randu kuning bernama Hartini rupanya telah berjualan di lingkungan TPK.

"Ya mau bagaimana dan dimana lagi, sebetulnya berat tapi kalau disana sudah tidak boleh untuk berjualan, ya saya ikut saja berjualan disini.

Yang jelas bila memang harus disini, ya saya berjualan disini tidak apa apa," tutur pedagang di PKL Alun-alun itu.

Tak hanya Hartini, salah satu anggota PKL Simpang Lima Pati (Simpati) yang menjual makanan khas Pati "nasi gandul" mengaku, bahwa dirinya mendukung rencana pemerintah daerah terkait relokasi ini.

Namun ia berharap Pemkab tetap memfasilitasi para PKL nantinya. Fasilitas mulai dari tempat, fasilitas - fasilitas yang ada, bebas pajak retribusi selama 3 bulan dan fasilitas lainnya.

Bupati Haryanto berharap PKL tidak usah risau.

"Jujur saja, saya optimis terkait relokasi ini. Sebab selain mendapat fasilitas tempat, juga mendapat fasilitas yang lain dan dapat berjualan 24 jam. Dengan contoh malam ini, kurang lebih 200 orang yang sudah datang ke lapak saya.

Meskipun, malam ini kami gratiskan. Sedangkan terkait pendapatan, saya tetap optimis," tutupnya. (Fauzi)

Selasa, 05 Februari 2019

Bupati pati Haryanto Menghimbao Semua Kepela OPD Dan Jajarannya Supaya Dapat Menyelesaikan Kegiatan Tepat Pada Waktunya.

Natapatinews Pati -Memasuki tahun anggaran 2019, Bupati Pati Haryanto menghimbau semua Kepala OPD dan jajarannya agar dapat menyelesaikan kegiatan tepat pada waktunya, sehingga tidak tertumpuk pada akhir tahun. 
               Foto Bupati Pati Saat Memberi       Amanat Kpd kepala OPD Kabupaten Pati



Hal tersebut disampaikan Bupati pada saat Upacara Luar Biasa, yang rutin dilakukan tiap awal bulan di Halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Pati, pada Senin (4/2).
Saat memberikan amanat, Bupati mengingatkan kepada Kepala OPD yang turut mengikuti upacara, bahwa memasuki bulan kedua di tahun 2019 ini, hendaknya seluruh OPD dapat melaksanakan semua kegiatan sesuai dengan jadwalnya. Hal tersebut disampaikan Bupati, sebab pihaknya khawatir waktunya akan semakin tersita, apalagi mendekati Pemilu, bulan Ramadhan, Hari Raya, sehingga banyak waktu terlewatkan.
"Kita sering dipakai untuk studi, sering digunakan kunjungan (daerah lain.red), jadi sudah seharusnya kita harus lebih baik lagi. Jangan sampai daerah lain yang mengadopsi dari kita, yang belajar dari kita, malah lebih baik dari kita," tegasnya.
Untuk itu Haryanto menegaskan di tahun 2019 ini, seluruh OPD diharuskan meningkatkan kinerja dan pelayanan. "Kita ini harus lebih baik lagi, karena semua sistem sudah ada, baik itu mulai dari transaksi non tunai, smart city, pelayanan, dan restribusi non tunai," urainya dihadapan peserta upacara dari berbagai OPD.
Di kesempatan ini, Bupati tak lupa mengingatkan agar seluruh jajarannya mempersiapkan pemeriksaan dari BPK. Rencananya, audit dari BPK akan berlangsung pada bulan Februari ini, dan pemeriksaannya memakan waktu kurang lebih satu bulan.
"Oleh itu semua OPD yang masih menyisakan persoalan, pertanggungjawaban, langsung segera dilengkapi atau diselesaikan. Tidak usah menunggu waktu, karena sekarang menjadi tanggungjawabnya, sampai pun besok menjadi tanggungjawabnya," tegas Haryanto.
Bupati berharap agar kelengkapan pemeriksaan segera dipersiapkan, tanpa menunggu permintaan dari BPK.
"Semakin cepat semakin baik, sebab jangan sampai baru melengkapi bila sudah menjadi persoalan. Semua akan dicocokan sesuai di lapangan, maka itu yang terpenting semua riil, sesuai fakta, jangan bohong, serta mengada- ada atau hoaks," tandasnya. (po4/PO/MK/Fz)

Wakil Bupati pati H Saiful arifin Berharap Supaya Dana Desa Bermanfaat Untuk Pemberdayaan Masyarakat.

Natapatinews-Pati Pemkab Pati hari ini menggelar rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan. Rakor tersebut  dihadiri oleh Bupati Pati Haryanto, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin), Sekda Pati, Kepala Dinas Sosial Pati, Kepala Bappeda Pati, Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Pati, OPD, Organisasi Kemasyarakatan, Tenaga Ahli Pendamping Desa, BPS Pati, serta Koordinator PKH dan PKSK tingkat Kecamatan se - Kabupaten Pati.


            Foto bupati Pati saat rakor

Wakil Bupati Saiful Arifin yang juga Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Pati mengatakan bahwa tingkat target kemiskinan di Kabupaten Pati di RPJMD berada pada kisaran 10%.
"Ini patut disyukuri sebab di tahun 2017, angka kemiskinan sudah turun mencapai 9,9%. Namun, masih banyak hal yang harus kita tuntaskan. Program pengentasan kemiskinan ini harus kita atasi dengan seksama", jelasnya.
Terkait pengentasan kemiskinan, Safin menegaskan bahwa apabila masyarakat belum mempunyai pekerjaan, maka saat ini pemerintahan desa dibolehkan untuk memanfaatkan dana desa   untuk pemberdayaan masyarakat yang tujuan akhirnya mengurangi kemiskinan di desa - desa.
Safin menghimbau untuk teman - teman PKH, agar benar - benar teliti dalam mendata masyarakat yang menerima bantuan, jangan sampai keliru.
Selain itu, lanjut Safin, perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat mana yang wajib menerima bantuan dan mana yang tidak. "Teman - teman PKH harus berani menyampaikan penjelasan terkait penerima bantuan. Masyarakat pun juga harus sadar diri, apabila ekonominya sudah memadai atau mencukupi, ya mbok ya jangan berharap untuk mendapatkan bantuan lagi karena bantuan tersebut sesungguhnya untuk masyarakat yang lebih membutuhkan", jelas Safin.
Sementara itu, dalam laporannya, Kepala Bappeda Pati, Puji Winarno menyampaikan bahwa rakor ini dilaksanakan berdasarkan pada SK Bupati No. 050/ 374 Tahun 2018 tentang perubahan atas dasar keputusan Bupati No. 050/ 77 Tahun 2017 tentang pembentukan tim koordinasi penanggulangan kemiskinan Kabupaten Pati.
"Rakor ini bertujuan untuk koordinasi menanggulangi kemiskinan dan pengendalian pelaksanaan penanggulangan kemiskinan di daerah dengan tujuan mendorong proses perencanaan dan penganggaran tim, sehingga menghasilkan anggaran yang efektif untuk menanggulangi kemiskinan", jelasnya.
Selain koordinasi, lanjut Pujo, juga dilakukan pemantauan program penanggulangan kemiskinan serta tak lupa penyampaian laporan hasil rakor. Sebab setidaknya dalam setahun dilakukan penyampaian minimal 3 kali.
"Berdasarkan data yang dilansir dari Badan Pusat Statistik, bahwa secara makro, angka kemiskinan di Kabupaten Pati turun di angka 9,9% atau jika di total, mencapai 123.942 jiwa", imbuhnya.
Sedangkan posisi relatif tingkat kemiskinan di Kabupaten Pati jika dibandingkan di Jawa Tengah, Kabupaten Pati berada pada posisi di bawah Provinsi Jawa Tengah, namun di atas nasional, yaitu, berada pada posisi 16 dari 35 Kabupaten se - Jawa Tengah. (fn2 /FN /MK Fz)

Related Post