*PATI, http://natapatinews.com –* Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan survei akreditasi RSUD RAA Soewondo Pati bukan sekadar formalitas untuk mempertahankan predikat. Penegasan itu disampaikan saat membuka survei akreditasi dari Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit (LAM-KPRS) Kementerian Kesehatan RI di RSUD RAA Soewondo Pati, Senin (05/10/2026).
Chandra meminta proses survei berjalan secara objektif, transparan, dan komprehensif sehingga menghasilkan rekomendasi konstruktif untuk penguatan mutu pelayanan.
“Survei akreditasi ini bukan sebagai kegiatan seremonial, melainkan sebagai momentum evaluasi dan perbaikan,” ujar Chandra.
Menurutnya, akreditasi merupakan instrumen untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan aman, bermutu, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Bagi rumah sakit umum daerah, akreditasi juga merupakan kewajiban yang dilaksanakan secara berkala setiap empat tahun.
“Yang jauh lebih penting adalah bagaimana predikat tersebut tercermin dalam pengalaman nyata masyarakat ketika menerima pelayanan,” tegasnya.
RSUD RAA Soewondo memiliki posisi strategis sebagai rumah sakit tipe B, rumah sakit pendidikan, sekaligus rumah sakit rujukan di wilayah Pantura Timur. Kondisi tersebut membuat peningkatan kualitas layanan menjadi kebutuhan mutlak.
“Kami ingin standar pelayanan tidak hanya terpenuhi di atas dokumen, tetapi benar-benar diterapkan dalam praktik sehari-hari,” ujar Chandra.
Pemkab Pati bersama manajemen RSUD RAA Soewondo telah melakukan sejumlah pembenahan. Perbaikan mencakup pembaruan peralatan medis seperti peralatan bedah, ekokardiografi, dan X-ray, serta pembenahan ruang pendaftaran, pendingin ruangan, dan sejumlah fasilitas pelayanan lainnya.
Peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama. Chandra mendorong terbentuknya budaya pelayanan yang lebih ramah, komunikatif, dan responsif terhadap kebutuhan pasien.
“Keberhasilan kita bukan hanya terukur dalam dokumen akreditasi, tetapi bagaimana masyarakat dapat memperoleh pelayanan secara maksimal dari rumah sakit ini,” ucap Chandra.
Selain pembenahan layanan, RSUD RAA Soewondo juga tengah memproses perizinan layanan Cath Lab. Layanan tersebut ditargetkan dapat melayani peserta BPJS pada akhir Oktober 2026 dan rencananya akan diresmikan bersama anggota DPR RI dan Direktur Utama BPJS.
Pada periode sebelumnya, RSUD RAA Soewondo berhasil meraih predikat akreditasi paripurna. Chandra berharap capaian tersebut dapat dipertahankan dalam survei kali ini, tanpa menjadikannya sebagai tujuan akhir.
“Pertahankan predikat itu penting, tetapi yang lebih penting adalah memastikan kualitasnya hadir dalam setiap pelayanan kepada masyarakat,” tutur Chandra.
Ia meminta seluruh jajaran RSUD mengikuti proses survei secara terbuka, jujur, dan apa adanya. Masukan dari surveyor, menurutnya, perlu dimanfaatkan sebagai perspektif profesional untuk memperkuat kualitas pelayanan ke depan.
Survei akreditasi tersebut dihadiri tim surveyor LAM-KPRS Kemenkes RI, jajaran manajemen RSUD RAA Soewondo Pati, serta unsur terkait lainnya.(RED)
Post a Comment